Tag: Kualitas

Ronaldo Sudah, Kini Giliran Messi Mau Tinggalkan Barcelona, Kualitas LaLiga Terancam Menurun?

VivagoalLa Liga – LaLiga Spanyol berpotensi kehilangan lagi salah satu pemain terbaiknya, Lionel Messi setelah Cristiano Ronaldo hengkang pada 2018 lalu. Bagaimana nasib kompetisi teratas sepakbola Spanyol itu kedepannya.

Sebagaimana yang sudah diketahui, pada Selasa (25/8/2020) waktu Spanyol, Messi sudah berkirim surat ke manajemen Barcelona perihal pemutusan kontraknya yang sedianya masih ada setahun lagi. Kapten Barcelona itu disinyalir ingin pergi karena tak tahan dengan situasi internal Blaugrana, terkhusus atas penunjukan Ronald Koeman sebagai pelatih anyar.

Koeman disebut sudah memutuskan akan melakukan perombakan skuad dengan melepas 7 pemain senior, termasuk Luis Suarez, sahabat Messi. Namun cara Koeman dalam menginformasikan keputusannya itu dianggap tidak menunjukkan rasa respek kepada pemain.

Koeman diketahui hanya menghubungi Suarez melalui sambungan telepon dan melontarkan ucapan singkat dengan menyebut dirinya sudah tidak membutuhkan pemain asal Uruguay tersebut dalam skuadnya. Terkhusus Messi, Koeman juga mengontak La Pulga dan mengatakan bahwa ia tidak bakal diberi keistimewaan lagi seperti yang sudah-sudah.

Dengan segala apa yang sudah diberikannya untuk Barcelona selama kurun waktu 16 tahun terakhir, yaitu 34 trofi dimana diantaranya adalah 10 gelar juara LaLiga dan 4 trofi Liga Champions, tindakan Koeman tersebut membuat Messi benar-benar geram.


Baca Juga:



Kabar keinginan Messi pergi dari klub yang sudah membesarkan namanya itu pun dianggap suatu musibah besar untuk Laliga menurut mantan presiden Real Madrid, Ramon Calderon. Dalam pandangannya, kualitas LaLiga bakal menurun drastis setelah sebelumnya juga sudah kehilangan megabintang Portugal, Ronaldo yang menyeberang ke Juventus pada musim panas 2018 lalu.

“Itu akan sangat menyakitkan buat citra, kualitas dan permainan di LaLiga jika sampai Messi pergi. Kami sudah pernah beruntung punya Ronaldo dan Messi selama 10 tahun, dua permain terbaik di dunia sejauh ini.” ucap Calderon dilansir dari Omnisport.

“Kini mereka tidak akan ada lagi disini, tidak satupun dari mereka akan bermain di LaLiga. Itu sungguh menyakitkan buat liga kami, dan juga para penggemar di seluruh dunia.” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Lewandowski Memang Hebat, Tapi Dia Belum Selevel Messi

Vivagoal Liga Champions – Robert Lewandowski diklaim sebagai salah satu pesepakbola terhebat saat ini. Namun, dia bukan Lionel Messi yang berbeda dari pemain kebanyakan.

Duel Barcelona vs Bayern Munchen akan berlangsung di Estadio Da Luz, Portugal, Sabtu (15/8/2020) dinihari WIB dalam lanjutan babak perempatfinal Liga Champions. Pertemuan kedua tim raksasa Eropa ini menjadi yang paling ditunggu para pecinta sepakbola dunia karena keduanya memiliki gaya berkain menyerang dan kerap mendulang banyak gol.

Tajamnya lini serang Barcelona dan Bayern jelas tak bisa dipisahkan dari performa top striker mereka. Messi sebagai ruh da kreator lini serang Blaugrana akan menghadapi Lewandowski sebagai juru gedor mematikan milik Bayern.

Meski sempat absen dalam beberapa pertandingan awal Barcelona musim ini, Messi tetap bisa berkontribusi sebesar 53 persen dari total gol Barcelona dengan 31 gol dan 27 assist. Adapun Lewandowski sudah menggila sejak awal musim dan sampai saat ini sudah mencetak 53 gol dari 44 penampilan di semua kompetisi.

Jika dilihat dalam hal kontribusi buat tim, baik Messi dan Lewandowski memang pantas disebut sebagai dua penyerang terbaik di Eropa saat ini. Namun menurut entrenador Barcelona, Quique Setien, Lewandowski belum selevel Messi yang sanggup membuat magis lewat aksi-aksinya di atas lapangan.

“Lewandowski adalah pesepakbola hebat. Namun dia belum berdiri sejajar di level permainan Leo. Itu jelas.” ucap Setien dilansir dari situs resmi UEFA.


Baca Juga:



“Lewandowski dalam momen luar biasa. Dia bisa mengemas 13 gol di Liga Champions, dia sudah sangat membantu timnya sejauh ini. Tapi kita semua sudah melihat Messi bertahun-tahun termasuk di laga melawan Napoli bagaimana dia mendikte pertandingan sesuai keinginannya, memudahkan rekan setimnya untuk mencetak gol.” jelas Setien.

“Normalnya, pertandingan itu mendominasi anda, anda terlibat didalamnya. Tapi Leo berbeda, dia yang memutuskan apa yang harus dan tidak boleh dilakukan selama pertandingan. Dia juga bisa membuat tujuh, delapan atau 10 keputusan penting dalam kondisi krusial.” Setien menegaskan.

“Namun secara keseluruhan, mari kita menikmati permainan para pemain hebat ini.” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Van Persie; Arteta Memiliki Potensi Menjadi Pelatih Hebat

Vivagoal Liga Inggris – Mantan penyerang Arsenal, Robin van Persie melihat jika Mikel Arteta bisa menjadi pelatih yang hebat bersama The Gunners suatu saat nanti.

Van Persie dan Arteta sendiri sempat bekerja sama saat masih bermain di Arsenal selama satu musim. Keduanya berpisah setelah Van Persie memilih untuk bergabung ke klub rival, Manchester United.

Van Persie yang kini menjadi staf pelatih Feyenoord kemudian melihat jika Arteta memiliki kemampuan untuk bekembang menjadi salah satu pelatih top. Ia juga percaya jika pria asal Spanyol itu mampu membawa Arsenal meraih kesuksesan di masa depan.

“Sebagai pelatih saya rasa dia memiliki potensi menjadi sosok yang hebat. Saya mengatakan itu bahkan setelah menyaksikan beberapa sesi latihan awal, atau sedikit darinya,” ujar Van Persie kepada Stats Perform News.

“Cara dia menghadapi media, cara dia membuat timnya bermain. Sangat menjanjikan, sangat positif. Dia butuh waktu. Terkadang Anda melihat tim atau pelatih dan berpikir ‘oke, pelatih ini bisa memiliki waktu 200 tahun dan itu takkan terjadi’,” imbuhnya

Van Persie juga melihat jika Arteta memiliki kemampuan dalam mendorong pemainnya untuk tampil di performa terbaiknya. 

“Ketika saya melihat Mikel, saya melihat perubahan positif dan hal kecil yang terjadi. Bagaimana mereka bekerja sama, bagaimana mereka bertahan bersama,” tutur Van Persie.


Baca Juga:



“Mereka bersama-sama menjadi berjarak lebih dekat ketika menyerang, tetapi juga ketika bertahan. Mereka menjadi lebih baik saat bertahan mengantisipasi set piece yang sebelumnya selalu menjadi masalah,” jelas Van Persie.

“David Luiz memainkan laga terbaiknya. Dia memberikan kepercayaan diri kepada pemain dan kebanyakan dari mereka mengambilnya, bermain sangat bagus dan mereka benar-benar bermain untuk Mikel,” tukasnya.

Di musim perdananya, Arteta hanya mampu membawa Arsenal finis di peringkat delapan Premier League. Namun ia berhasil membawa Aubameyang cs meraih trofi Piala FA usai mengalahkan Chelsea di final.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Zidane Tak Perlu Ronaldo Tuk Bawa Madrid Raih Trofi

VivagoalLa Liga – Zinedine Zidane sukses menambah koleksi trofi Real Madrid usai merebut gelar juara LaLiga Spanyol musim 2019/2020. Mantan CEO El Real, Jorge Valdano pun melontarkan puji-puji untuk pelatih asal Prancis itu.

Zidane benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai pelatih top dunia. Kini, dia sudah sukses mempersembahkan dua trofi LaLiga  sebagai pelatih Madrid yang dalam satu dekade terakhir begitu dikuasai oleh musuh bebuyutan mereka, Barcelona.

Jika dijabarkan lebih rinci, Zidane memang sosok yang spesial. Selama menjabat sebagai entrenador Los Blancos, Zidane tercatat sudah meraih 11 trofi. Sejak dipercaya menukangi Sergio Ramos cs pada 2016 silam, Zidane tercatat hanya satu musim gagal mempersembahkan trofi juara.

Namun hal itu dimaklumi karena ia sempat mundur sebelum kembali dipanggil menangani tim pada Maret 2019 untuk menggantikan Santiago Solari saat LaLiga sudah tinggal menyisakan 12 laga.

Kendati begitu, Zidane bisa menyumbangkan 11 trofi sebagai pelatih Madrid hanya dalam 209 pertandingan di seluruh ajang. Artinya, jika dirata-ratakan, Zidane bisa meraih satu trofi di dalam setiap 19 laga.

Keberhasilan Zidane ini lantas menuai banyak pujian dari Jorge Valdano yang pernah menjabat sebagai CEO di Madrid periode 2009-2011. Pasalnya, keberhasilan Zidane memimpin Madrid selama ini membuktikan kalau mereka adalah kesatuan tim, meski sempat goyah pasca ditinggal Cristiano Ronaldo.


Baca Juga:



Walaupun tidak ada mesin gol sehebat CR7 hingga saat ini, namun dibawah komando Zidane, Madrid tetap bisa melaju kencang dan akhirnya keluar sebagai juara.

“Zidane sudah membuktikan bahwa dia berhasil mengalahkan Lionel Messi. Dia sukses melakukannya dengan segala efisiensi yang ada di skuad Madrid. Dia bekerja dengan sangat efisien dengan banyak rencana.” puji Valdano dilansir dari Sport-English.

“Apa yang dilakukannya jauh lebih sulit dari yang dipikirkan dan dilakukan banyak orang. Semua berkat kebijaksanaan yang dimilikinya. Saya pribadi kerap terkejut dibuat Zidane dengan semua evolusi yang dia ciptakan.” tegasnya.

“Dia menggunakan pengalamannya untuk berkembang. Dia menang karena dia bisa dan mampu beradaptasi dengan situasi yang baru.” tutup Valdano.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Pemain Asal Jepang Sebut Boaz Layak Main Di Liga Eropa

Vivagoal – Liga Indonesia – Takuya Matsunaga adalah pemain yang baru musim ini direkrut oleh Persipura Jayapura. Meski demikian, Matsunaga tak butuh waktu lama untuk memberikan penilaian kepada sosok Boaz Solossa. Menurutnya, sang kapten bisa sukses andai mau berkiprah di Eropa.

“Dia (Boaz) bisa bermain di liga Eropa, itu pasti. Boaz memainkan sepakbola dengan gayanya sendiri. Dan itu tidak bisa dihentikan dengan mudah,” ucap Matsunaga seperti dikutip dari Cenderawasih Pos.

Pemain asal Jepang itu telah mengaku sudah lama memperhatikan permainan penyerang senior timnas Indonesia tersebut. Ia pun mengaku terkesima setelah satu tim dengan Boaz dan melihat langsung kemampuan sang bomber.

“Seperti semua orang tahu, dia adalah salah satu pemain paling sukses di Indonesia. Bukan hanya di Persipura, untuk tim nasional juga. Saya tahu tentang dia sejak saya bermain Kalteng Putra,” urai Matsunaga.

“Saya selalu menonton pertandingan Persipura. Boaz pemain yang sangat cepat dan pintar. Sekarang saya rekan satu tim dengannya, saya sangat senang tentang itu karena bermain bersama orang hebat.” tutupnya.


Baca Juga:



Sebagai informasi, Takuya Matsunaga bukan orang pertama yang menganggap kualitas permainan Boaz bisa untuk menjajal Liga Eropa. Sebelumnya ada penyerang Bali United, Ilija Spasojevic yang mengatakan bahwa dirinya cukup heran Boaz tak bermain di Eropa.

Kesempatan berkiprah di belantara Eropa sebenarnya sudah pernah didapat Boaz. Pada tahun 2011 silam, ia sempat diincar klub asal Italia, Cesena dan VVV Venlo asal Belanda. Namun, kesetiaannya untuk Persipura terlalu kuat dan membuat seorang Boaz menampik tawaran tersebut.

Dengan umur yang tak lagi muda, yakni 34 tahun, kans Boaz untuk berkiprah di Eropa bisa dibilang sudah pupus. Namun setidaknya, dia tetap bisa bangga karena pengakuan terhadap kualitasnya tidak berkurang.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Kualitas Messi Takkan Menurun Hingga Usia 39 Tahun

VivagoalLa Liga – Lionel Messi diyakini akan punya karier yang panjang. Legenda Barcelona, Xavi Hernandez menyebut, Messi masih bisa bermain di level tertinggi hingga usianya menginjak 39 tahun.

Messi melakoni debut profesionalnya pada 2004 silam saat usianya baru 16 tahun. Penampilan menjanjikan yang diperagakan Messi membuatnya langsung disodori kontrak pertama oleh Barcelona setahun setelahnya.

Hingga saat ini, Messi sudah bermain di 856 pertandingan di berbagai level klub dan timnas Argentina. Bersama Barcelona, Messi yang saat ini berusia 32 tahun sudah mengoleksi 718 laga dengan torehan 627 gol dan 261 assist. Sementara untuk timnas Argentina, Messi sudah menorehkan 70 gol dari 138 penampilan.

Soal masa depan, Messi pernah mengungkapkan bahwa dirinya tidak yakin bisa bermain sampai usia 40 tahun. Namun, dia masih belum punya rencana kapan akan gantung sepatu.

Xavi sendiri sangat yakin Messi masih bisa berkarier dalam waktu yang cukup lama, setidaknya hingga usianya menginjak 39 tahun. Bahkan menurutnya, Messi masih mampu turun di ajang sekelas Piala Dunia 2022 di Qatar meski saat itu usianya sudah mencapai 35 tahun.


Baca Juga:



“Messi masih punya lima tahun tujuh tahun yang sangat bagus lagi. Dia mengurus dirinya dengan baik, dan dia bisa terus bermain sampai dia berusia 37, 38, atau bahkan 39 tahun. Dia akan bermain di Qatar untuk Piala Dunia, saya sangat yakin itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Erling Haaland Puji Kualitas Jadon Sancho

Vivagoal Bundesliga – Erling Haaland melontarkan pujian untuk kompatriotnya di Borussia Dortmund, Jadon Sancho. Menurutnya, klub asal Jerman tersebut beruntung punya pemain seperti Sancho.

Sancho didatangkan Borussia Dortmund pada awal musim panas 2017 saat usianya baru menginjak 17 tahun. Semusim bermain di tim junior Dortmund, Sancho yang dipromosikan ke skuat utama pada musim 2018/2019, langsung tampil impresif dengan mencetak 13 gol dan mengkreasikan 19 assist di semua kompetisi.

Performa apik winger asal Inggris tersebut lalu berlanjut musim ini. Sebelum kompetisi ditangguhkan karena pandemi virus Corona, Sancho sudah bisa membukukan 17 gol dan melepaskan 19 assist dari 35 penampilan.

Haaland sendiri yang baru didatangkan pada Januari 2020 lalu sangat memuji kualitas yang dimiliki eks pemain akademi Manchester City tersebut. Ia bahkan bilang, Dortmund sangat beruntung punya pemain seperti Sancho.

“Dia (Sancho) pemain yang fantastis dan statistik tidak bohong soal itu. Apa yang sudah dia lakukan untuk Dortmund sungguh luar biasa. Dia pemain yang hebat dan masih akan berkembang jauh lebih baik lagi. Kami beruntung memilikinya.” ucap Haaland seperti dilansir dari ESPN.


Baca Juga:



Jadon Sancho diprediksi akan jadi salah satu komoditi panas di bursa transfer musim panas tahun ini. Bayern Munchen, Manchester United, Liverpool, Tottenham Hotspur, Real Madrid dan Chelsea, merupakan deretan klub top Eropa yang sudah terang-terangan mengungkapkan niatnya mendapatkan servis sang pemain musim depan.

Tapi kemana Sancho bakal melanjutkan kariernya sudah mulai mengerucut ke satu nama, yaitu Manchester United.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Meski Di Bawah Asuhan Guardiola, Kualitas John Stones Tak Akan Meningkat

Vivagoal Liga Inggris – Josep Guardiola dinilai tak akan lagi bisa mengembangkan kemampuan John Stones yang dirasa sudah mentok.

Sejak didatangkan dari Everton pada 2016 lalu, Stones baru mencatatkan 81 penampilan dari total 142 pertandingan di Premier League. Musim ini ia juga baru tampil 10 kali di Premier League.

Fakta tersebut jelas menyedihkan mengingat Stones sempat digadang akan menjadi pemain kunci di lini pertahanan City. Pelatih sekelas Guardiola bahkan tak cukup mampu mendongkrak kualitasnya.

Keraguan tersebut diutarakan oleh mantan bek Man City, Sylvain Distin. Dia memahami betul kemampuan Stones sekarang, karena ia pernah jadi rekan setim di Everton.

“Bukan bermaksud meremehkan, dia merupakan pelatih top, tapi apakah Guardiola bisa membuat Stones jadi bek yang lebih baik lagi? Saya tidak bisa membayangkan itu,” ujar Distin kepada Sky Sports.

“Dia mungkin bisa mengembangkan Stones jadi pemain yang lebih baik dalam membawa bola dari belakang, tapi soal jadi bek yang lebih baik? Saya kira dia tidak bisa.”


Baca Juga:



Distin melihat jika Stones memiliki modal untuk menjadi bek modern yang berani membawa bola. Namun ada satu hal yang tak dimilikinya untuk mengembangkan bakat tersebut.

“Saya tidak yakin apakah Stones memiliki kemampuan defensif yang bagus. Memang dia pemain hebat dalam membawa bola, benar-benar percaya diri. Sebagai bek modern, dia memang luar biasa,” sambung Distin.

“Apakah dia memenuhi potensinya? Tidak. Dia masih harus banyak belajar dan dia harus lebih konsisten. Apakah dia bisa masuk di tim mana pun? Saya kira juga tidak.”

“Saya merasa ada yang belum pas dari dirinya,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Meski Belum Menjanjikan di Juventus, Namun Kualitas Sarri Tak Perlu Diragukan

Vivagoal Serie A – Maurizio Sarri belum bisa dikatakan mampu membawa Juventus tampil meyakinkan. Meski demikian, kualitas sang pelatih tak perlu lagi diragukan.

Sarri sendiri didatangkan guna menggantikan peran yang sebelumnya ditempati oleh Massimiliano Allegri. Perjalanan karier yang terus menanjak berikut taktik permainan yang lebih dinamis dirasa akan mampu membawa Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan tampil semakin baik.

Kinerja Sarri bisa dikatakan cukup baik. Dari total 37 pertandingan di semua ajang, Juventus berhasil meraih 27 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 5 kekalahan.

Mereka juga berhasil memuncaki daftar klasemen Serie A dengan raihan 62 poin. Mereka unggul satu poin dari Lazio yang berada di urutan kedua.

Di Coppa Italia, Juve kini berada di babak semifinal. Mereka masih harus menjalani leg kedua melawan AC Milan, di pertandingan pertama skornya 1-1.

Sedang di Liga Champions, Juventus masih tertahan di babak 16 besar. Mereka berada di posisi cukup sulit setelah kalah 0-1 dari Lyon di leg pertama.


Baca Juga:



Kendati masih mengikuti tiga kompetisi musim ini, namun kinerja Sarri tetap mendapat kritik tajam. Eks pelatih Napoli tersebut dinilai belum bisa mengembangkan permainan terbaiknya di Turin. Juventus memang mendominasi kompetisi domestik namun mereka kerap kesulitan ketika bertemu lawan lawan yang notabene berada di bawah kasta mereka.

Eks pemain Juventus, Fabio Cannavaro melihat ada kendala yang dialami Sarri. Namun hal tersebut tak bisa menutupi kualitas yang dimiliki oleh Sarri.

“Saya pikir dia masih pelatih top. Dia jelas kesulitan untuk menyampaikan idenya, mungkin lebih dari yang diharapkan pertama kali dan mungkin itu bisa sedikit menghalangi permainan,” kata Cannavaro di Football Italia.

“Tapi, kualitasnya bukan untuk didiskusikan,” kata eks pemain Parma itu menambahkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Bruno Fernandes Puji Kualitas Detail Melatih Solskjaer

Vivagoal Liga Inggris – Rekrutan anyar Manchester United, Bruno Fernandes, tak butuh waktu lama untuk menilai kualitas Ole Gunnar Solskjaer. Menurutnya sang pelatih memiliki kualitas dalam menentukan setiap detail.

Bruno Fernandes menjadi pembelian terbaik Manchester United musim panas ini. Betapa tidak, meski terhitung masih ia sudah berhasil menjadi kunci permainan tim dengan torehan 3 gol dan empat assist.

Meski terlihat lancar, namun Bruno mengaku sempat mengalami kesulitan di awal kedatangannya. Hal ini disebabkan oleh kualitas Solskjaer yang menekankan pada setiap detail permainan.

“Sulit karena baru sekitar satu bulan, tapi dia selalu berhati-hati dengan detail, dan bagi saya itu penting karena salah satu hal yang mengubah sepak bola saat ini adalah selalu mengamati detail,” buka Bruno kepada Sky Sports.


Baca Juga:



“Sekarang, setiap pelatih sangat bagus, mereka mempelajari satu sama lain dan itu menyebabkan setiap pertandingan sulit.”

“Sekarang ada video rekaman dan mayoritas tim tahu seperti apa taktik Anda, di mana Anda akan menempatkan bola, di mana mereka akan menekan Anda, pertandingan pun semakin sulit dan semakin sulit,” sambung Fernandes.

Selain itu Bruno menjelaskan jika kemampuan Solskjaer tersebut datang dari fakta jika dirinya merupakan mantan pemain. Ia tahu kapan harus bertindak dan lebih peka dalam menentukan detail.

“Saya kira dia [Solskjaer] sangat bagus dalam hal itu dan dia merupakan mantan pemain sepak bola jadi dia tahu kapan waktunya bicara dengan para pemain, kapan dia harus memberikan kata-kata positif atau terkadang lebih memaksa Anda,” lanjutnya.

“Ketika Anda pernah jadi pemain, Anda bisa lebih memahami hal-hal seperti ini, tapi terkadang juga ada pelatih yang tidak pernah bermain dan benar-benar memahami detail.”

“Saya kira Ole sangat berhati-hati dalam hal itu. Dia ingin kesempurnaan, yang sebenarnya mustahil, tapi dia terus mendorong kami untuk lebih baik lagi,”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS