Tag: Piala Asia U-19

Indra Sjafri Akui Akan Sulit Mengalahkan Jepang

VivagoalBerita Bola – Timnas Indonesia akan menghadapi Jepang di fase knockout Piala Asia U-19. Pelatih Indra Sjafri sendiri mengakui Jepang adalah lawan yang sulit tuk ditaklukkan.

Garuda Muda akan menghadapi Jepang di babak delapan besar yang rencananya akan dilangsungkan di Gelora Bung Karno, Minggu (28/10). Jepang sendiri sudah dipastikan lolos ke fase knockout sebagai juara Grup B, meski masih menyisakan satu pertandingan lagi.

Terlebih dalam ajang Piala Asia U-19 Jepang adalah salah satu tim unggulan juara. Namun, Sjafri tak gentar untuk menghadapi Jepang, ia akan mempelajari permainan Jepang.

“Rencananya, jika timnas Jepang sudah tiba di Indonesia, saya ingin menonton mereka latihan. Baru di tanggal 26 dan 27 kami akan lakukan persiapan dan simulasi game menghadapi Jepang,” tandasnya.

Coach Indra Sjafri mengatakan bahwa Jepang bukan lawan yang mudah buat timnya. Apalagi Indonesia juga punya catatan yang kurang baik jika bertemu Jepang, salah satunya saat takluk 1-4 di partai uji coba Maret silam.

[irp]

“Saya sudah tahu kekuatan Jepang. Kami sudah pernah menghadapi mereka, dan saat ini materi skuat mereka masih sama. Meski berduel di partai persahabatan, kami akan terus waspada menit ke menit jika melawan Jepang,” ujar Indra Sjafri.

Akumulasi kartu dan bayang-bayang cedera pemain juga menghantui tim besutan Indra Sjafri. Ia belum menentukan skuat terbaik yang akan diturunkan melawan Jepang.

“Saya juga musti melihat kekuatan skuat saya, siapa pemain yang sedang cedera, yang menerima akumulasi kartu. Pastinya Nurhidayat tidak akan tampil karena kemarin kena kartu merah. Tapi masih ada pemain lain yang bisa menggantikan posisinya.” tutup Indra.

Indonesia sendiri berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas timnas Uni Emirat Arab, Rabu (24/10) malam. Indonesia berhak menemani Qatar yang lolos sebagai juara grup.

Selalu update berita bola terkini seputar Timnas Indonesia hanya di vivagoal.com

Indra Sjafri Puji Penampilan Witan Sulaiman

0

VivagoalBerita Bola – Gelandang timnas U-19, Witan Sulaiman jadi pahlawan kemenangan Indonesia atas Uni Emirat Arab. Pelatih timnas, Indra Sjafri tak sungkan memberi pujian kepada gelandang berusia 17 tahun itu.

“Makin hari, sejak dari Piala AFF berlanjut ke turnamen Toulon hingga Piala AFC Witan makin berkembang. Di usianya yang baru 17 tahun menurut saya dia salah satu aset penting dunia sepakbola Indonesia,” puji Indra.

Sebelumnya, satu gol yang dicetak Witan saat Indonesia mengalahkan UEA di laga pamungkas Grup A Piala Asia U-19 yang digelar di Stadion GBK, Rabu (24/10) berhasil meloloskan tim Garuda Muda ke babak perempat-final.

Satu gol tersebut membuat Witan saat ini sudah mengoleksi tiga gol sepanjang babak penyisihan grup. Dua gol lainnya ia buat saat Indonesia meraih kemenangan atas China Taipei 3-1 di laga pembuka grup.

[irp]

“Saya pribadi sangat puas dengan penampilan anak ini. Penting untuk menjaga dia agar terus berkembang dan kearah yang lebih baik,” coach Indra melanjutkan.

Selain Witan, coach Indra juga mengungkapkan kepuasannya atas penampilan bek Indra Mustafa. Pemain klub Persib Bandung tersebut mampu menggantikan peran Saddil Ramdani dengan sangat baik.

“Indra Mustafa juga punya penampilan sangat baik. Apa yang saya instruksikan dia jalankan dengan benar. Meski tetap ada kesalahan, tapi itu wajar. Secara keseluruhan dia punya kontribusi besar buat tim,” tuturnya.

Indonesia sendiri akan bertemu Jepang di fase delapan besar Piala Asia U-19 pada 28 Oktober 2018 mendatang.

Selalu update berita bola terkini seputar Timnas Indonesia hanya di vivagoal.com

Egy dan Saddil Tumbang Saat Sesi Latihan Timnas U-19

0

Vivagoal Berita Bola – Dua pemain andalan Tim Nasional Indonesia U-19, Saddil Ramdani dan Egy Maulana Vikri dikabarkan sempat tumbang. Kedua pemain tersebut tumbang saat sesi latihan tim yang digelar pagi tadi (23/10) di Lapangan ABC Senayan, Jakarta.

Di sesi latihan tim yang digelar dalam rangka persiapan melawan Uni Emirat Arab, pelatih timnas Indonesia, Indra Sjafri melakukan simulasi dengan membagi dua tim.

Di simulasi tersebut, Egy yang lagi menguasai bola diterjang tekel Saddil. Kedua pemain itu lalu terjatuh dan tampak meringis kesakitan. Tim medis pun bergegas masuk ke lapangan untuk memeriksa keduanya.

Terlihat mengkhawatirkan, Egy yang saat ini berkarier di benua Eropa bersama klub Lechia Gdansk mampu bangkit dan terlihat tidak mengalami cedera serius. Di sisi lain, Saddil, tampak berjalan dengan sedikit pincang dan memilih untuk menyudahi latihan lebih awal dibanding kawan-kawannya.

[irp]

Seusai memimpin latihan, coach Indra mengkonfirmasi jika kondisi kedua pemain andalannya itu baik-baik saja dan tidak mengalami cedera serius.

“Dalam bermain bola, biasa itu ada tabrakan, Saddil juga membaik setelah minum air,” jelas Indra.

Egy dan Saddil merupakan dua pemain punya peran penting di timnas Indonesia U-19. Saat ini, Egy telah mencetak satu gol saat Indonesia menang atas China Taipei 3-1.

Begitu juga dengan Saddil yang bermain gemilang bersama timnas. Ia membukukan sebuah gol indah saat Indonesia dikalahkan Qatar dengan skor ketat 5-6.

Timnas Indonesia U-19 akan menghadapi Uni Emirat Arab dalam lanjutan penyisihan Grup A Piala Asia U-19 2018. Pertandingan tersebut akan menentukan langkah Indonesia ke fase berikutnya.

Selalu update berita bola terkini seputar Piala Asia U-19 hanya di vivagoal.com

Tiga Skenario Indonesia Lolos ke Perempat-Final Piala Asia U-19

0

VIVAGOAL.com – Timnas Qatar berhasil menaklukkan Indonesia dengan skor ketat 6-5 di lanjutan penyisihan Grup A Piala Asia U-19 2018. Akan tetapi, tim besutan Indra Sjafri tersebut tetap punya kans melaju ke babak berikutnya.

Saat melawan Qatar di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (21/10) malam WIB), timnas Indonesia U-19 telat panas. Tim Garuda Muda bahkan sudah sempat tertinggal dengan skor besar 1-6 baru kemudian bangkit dan melesakkan empat gol beruntun. Sayangnya, hingga pertandingan berakhir, gol penyama kedudukan tak kunjung bisa didapatkan dan Indonesia akhirnya kalah dengan skor 5-6.

Dengan kekalahan ini, Indonesia sementara berada di posisi ketiga Grup A dengan raihan tiga poin, sama dengan yang dipunya Qatar namun, Indonesia kalah head to head. Di sisi lain, Uni Emirat Arab kokoh di puncak klasemen dengan poin sempurna 6, dan Taiwan di posisi juru kunci klasemen karena telah menelan dua kekalahan.

[irp]

Dan laga melawan UEA, Rabu (24/10) akan jadi pertandingan penentu buat Egy Maulana Vikri dkk. Untuk bisa terus melaju ke babak berikutnya, ada beberapa skenario buat Indonesia, namun salah satunya hasilnya juga ditentukan dari hasil pertemuan timnas Qatar versus Taiwan.

Skenario pertama, timnas Indonesia harus bisa imbang saat bertemu UEA, namun Taiwan juga musti mengalahkan Qatar. Dengan skenario awal ini, Indonesia akan mengoleksi 4 poin dan berhak lolos karena menduduki posisi kedua setelah UEA dengan 7 Poin.

Berikutnya, seandainya Qatar hanya bermain imbang atas Taiwan, Indonesia mau tidak mau musti menaklukkan UEA. Jika skenario ini berhasil, Indonesia akan kokoh di puncak klasemen grup A dengan raihan 6 poin, sama dengan UEA tapi unggul head-to-head.

Skenario terakhir, yang paling mungkin terjadi, seandainya Qatar berhasil mengalahkan Taiwan, Indonesia juga musti menang menghadapi UEA. Jika sampai skenario ini berjalan, ketiganya, UEA, Qatar dan Indonesia sama-sama memiliki 6 poin.

Kalaupun Indonesia menang atas UEA harus dengan selisih satu gol maka tim asuhan Indra Sjafri berhak melaju ke babak perempatfinal di bawah Qatar. Karena ketiganya akan sama-sama punya selisih gol 0, namun UEA dipastikan akan tersingkir karena hanya mampu membuat dua gol, sementara Indonesia memasukkan enam gol dengan Qatar mencetak tujuh gol.

Dan jika ingin keluar sebagai juara grup, Indonesia diwajibkan menang minimal tiga gol atau lebih. Dengan begitu, Indonesia akan memiliki total 8 gol, unggul atas Qatar yang hanya mampu mencetak 7 gol dan berhak atas peringkat kedua klasemen.

Sampai disini, sistem penghitungan memang dilakukan sedikit rumit, tanpa memperhitungkan Taiwan sebagai tim juru kunci. Penghitungan akan dimulai dengan menghitung selisih gol antar ketiganya, tanpa menghitung keseluruhan gol ketiga tim saat bertemu Taiwan.

Kalkulasinya, UEA akan duduk di urutan pertama klasemen kecil dengan selisih gol 2-1 (+1), dibawahnya ada Qatar 7-7 (0), ketiga Indonesia 5-6 (-1). Catatannya disini, Qatar telah bertemu Indonesia dan UEA.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Diteror Puluhan Ribu Suporter GBK, Umaru Jawab Dengan Hat-trick

VivagoalBerita Bola – Penyerang Qatar, Abdulrasheed Umaru berhasil mencatatkan hattrick ke gawang timnas Indonesia U-19. Penampilan gemilang Umaru tersebut sama sekali tidak terpengaruh dengan teror puluhan ribu pendukung tuan rumah di pertandingan tersebut.

Di pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Umaru sudah langsung membuka keran golnya saat laga baru berjalan 14 menit dalam matchday kedua penyisihan Grup A Piala Asia U-19. Umaru berhasil mencatatkan namanya di papan skor saat berhasil memanfaatkan kesalahan bek Indonesia, Nurhidayat Haji Haris.

Dua gol berikutnya Umaru masing-masing ia buat pada menit ke-41 dan ke-56, dan sekaligus membawa timnas Qatar unggul atas Indonesia dengan skor 6-1. Sampai disini tidak ada lagi gol yang dibuat Qatar. Sebaliknya, tim asuhan Indra Sjafri yang terus mencetak gol, sayang Egy Maulana Vikri tetap tak mampu terhindar dari kekalahan 5-6.

[irp]

Penampilan impresif Umaru dalam melesakkan tiga gol tidak lepas dari gaya bermainnya yang terlihat tidak terlalu terpengaruh intimidasi para pendukung Indonesia. Untuk diketahui, di pertandingan ini, timnas Indonesia U-19 mendapatkan dukungan dari 38.217 penonton.

“Laga yang hebat. Saya berusaha tenang dan berusaha tidak terpengaruh dengan suara gemuruh penonton di sini. Saya mencoba terus fokus ke pertandingan,” ujar Umaru seperti dikutip dari Mix Zone.

Adapun hasil dari pertandingan, Umaru mengaku ada sedikit kekecewaan. Tapi, menurutnya semuanya sudah merupakan jalan dari Tuhan.

“Jika mau jujur, sebenarnya bukan hasil seperti ini yang saya inginkan. Tapi ya sudahlah, mungkin ini juga sudah takdir dari Tuhan,” tambahnya.

Selalu update berita bola terkini seputar Timnas Indonesia U-19 hanya di vivagoal.com

Thailand Mampu Imbangi Irak di Piala Asia U-19

0

VivagoalBerita Bola – Irak sempat memimpin 3-1 atas Thailand di pertandingan Piala Asia U-19 Grup B. Namun, beberapa menit sebelum laga usai, Thailand berhasil menyamakan kedudukan. 

Di awal laga, Thailand sempat kesulitan mengembangkan permainan. Thailand hanya mampu mengancam lewat tendangan bebas Kristada Kaman.

Buruknya koordinasi lini belakang Thailand membuat Irak dengan leluasa memborbardir pertahanan Thaland. Gol tercipta untuk Irak pada menit 36, 42, dan 66.

Namun, Thailand membuat jalannya pertandingan berubah di menit terakhir. Memanfaatkan inkonsentrasinya Irak, Korawich Tasa dengan nyaman memangkas skor menjadi 2-3 dalam 87 menit.

[irp]

Drama terjadi di Pakansari saat pertandingan memasuki menit akhir. Sepak pojok Thailand berhasil disambut Suphanat Mueanta dan memastikan gol untuk Thailand.

Hasil imbang ini sangat disayangkan bagi Irak. Mereka bermain lebih baik, tapi kesalahan di menit akhir harus dibayar mahal.

Hanya tuan rumah Indonesia yang mewakili Asia Tenggara yang mamppu menang dalam pertandingan perdana di Piala Asia U-19. Indonesia Mampu unggul atas China Taipei 3-1.

Pada pertandingan lain di Grup C,  Australia U19 dan Korea U-19 harus bermain imbang 1-1. Namun, Korea Selatan berhasil bermain lebih baik dengan membuka gol.

Selalu update berita bola terbaru seputar Piala Asia U-19 hanya di vivagoal.com

Sudah Tujuh Laga, Timnas U-19 Tak Pernah Clean Sheet

0

Vivagoal Berita Bola – Untuk masalah lini pertahanan, bisa dibilang timnas Indonesia U-19 punya catatan kurang bagus. Sudah lama tim Garuda Muda tidak mencatatkan clean sheet saat melakoni sebuah pertandingan.

Di laga pembuka penyisihan Grup A Piala Asia U-19, timnas Indonesia U-19 kembali harus kebobolan saat menang atas Taiwan 3-1, Kamis (18/10)malam. Satu gol itu tersebut jadi penanda tim asuhan Indra Sjafri itu belum lagi bisa melakukan clean sheet dari tujuh laga terakhirnya.

Adapun satu gol Taiwan disebabkan karena kesalahan koordinasi antara lini tengah dan lini belakang. Koordinasi yang buruk di lini belakang menjadi pekerjaan rumah bagi garuda muda.

Saat itu, Nurhidayat Haji Haris berusaha menyapu bola, dan Rachmat Irianto melakukan kesalahan dalam melakukan man to man marking sehingga dengan mudah bola disodorkan ke Huang Jyun Wun kemudian dioperkan ke Wang Chung Yu yang dengan mudah merobek gawang Indonesia.

[irp]

Kebobolan satu gol, membuat Indonesia sudah tidak clean sheet sedari babak kualifikasi Piala Asia U-19 saat menghadapi Korea Selatan dan Malaysia. Berikutnya, berturut-turut, Indonesia terus saja kebobolan dari semua partai uji coba yang dilakoni, yakni saat menghadapi Thailand, Arab Saudi, China dan Yordania.

“Jika merujuk pada gol-gol yang terjadi, semuanya karena lawan mampu memanfaatkan kesalahan lini pertahanan kami. Dan kebobolan satu gol dari Taiwan karena miss komunikasi antar lini belakang. Tapi kami akan segera perbaiki ini,” jelas coach Indra Sjafri.

Selain tidak mampu membuat clean sheet, Indonesia juga punya catatan buruk jika bermain di periode 45 pertama sampai menit ke-60. Total enam gol bersarang ke gawang timnas Indonesia di masa itu.

Selalu update berita bola terkini seputar Piala Asia U-19 hanya di vivagoal.com

Kembali Ke Indonesia, Egy Dapat Pesan Dari Orang Tuanya

VivagoalLiga Indonesia – ‘Lionel Messi’ Indonesia, julukan yang disematkan kepada Egy Maulana Vikri sementara ini akan kembali ke tanah air untuk membela timnas Indonesia di ajang Piala Asia U-19.

Selama di Indonesia, Egy mengaku diberi wejangan oleh kedua orang tuanya agar tetap rendah hati meski sudah berstatus sebagai pemain Eropa.

Sebelumnya, secara resmi Egy sudah berstatus sebagai pemain klub asal Polandia, Lechia Gdansk sejak medio Juli lalu. Egy yang merupakan kelahiran Medan sampai saat ini masih berjuang untuk bisa masuk dalam tim utama Lechia. Ia sekarang masih bermain untuk tim reserves, Lechia Gdansk II.

Bermain di benua Eropa dianggap sebagai tempat Egy mencari pengalaman bermain sekaligus menimba ilmu. Dan oleh kedua orang tuanya, Egy senantiasa diingatkan agar terus bekerja keras menunjukkan permainan terbaiknya.

[irp]

“Ayah selalu berpesan kepada saya agar jangan merasa sudah hebat jika kamu sudah bermain di Eropa, tapi tunjukkan jika kamu memang pantas untuk itu,” cerita Egy.

“Mama sendiri juga berpesan, jaga selalu kesehatan, jangan sampai kamu cedera,” Egy menambahkan.

Di laga perdana Grup A Piala Asia U-19, Indonesia berhasil menaklukkan Taiwan dengan skor telak 3-1. Di laga tersebut, Egy berhasil mencetak satu gol plus satu assist. Laga itu juga terasa sangat spesial buat dirinya karena tuk kali pertama kedua orang tuanya, serta keluarga besarnya ikut menonton langsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Selalu update berita bola terkini seputar pemain sepakbola Indonesia hanya di vivagoal.com

Jelang Piala Asia U-19, Permainan Timnas Tak Berubah

VivagoalBerita Bola – Timnas Indonesia akan kembali tampil dalam ajang Piala Asia U-19. Tim asuhan pelatih Indra Sjafri itu dianggap masih mengusung gaya main itu-itu saja. Gaya permainan lama tersebut membuat mereka gagal di tahun 2014.

Banyak yang menganggap tim besutan Indra Sjafri ini masih memainkan gaya permainan yang monoton dari empat laga uji coba. Mengusung skema 4-3-3 atau 4-2-3-1 Indonesia kerap bermain dengan umpan panjang dari lini belakang ke tengah. Saat sudah di tengah, para pemain baru memainkan umpan-umpan pendek yang cepat.

Selain itu, taktik Indonesia juga masih selalu memanfaatkan lebar lapang, dengan Witan Sulaiman di kiri dan Saddil Ramdani di kanan bertugas memberi tusukan di sisi lapangan, kemudian melepaskan tembakan atau memberi umpan ke striker. Jika cara ini tidak berhasil, para pemain Indonesia akan melepaskan tembakan jarak jauh dari luar kotak pinalti.

Untuk hasil dari sepakan jarak jauh bisa dibilang lumayan bagus jika merujuk pada hasil akhir dari laga uji coba melawan Yordania. Saat itu, bek kanan Firza Andika mampu mencetak dua gol yang kesemuanya dilakukan dari luar kotak penalti.

[irp]

Cara itu sering dilakukan lantaran lini serang Indonesia bisa dibilang buruk dalam penyelesaian akhir. Tanda-tanda coach Indra Sjafri akan mengubah gaya permainan belum terlihat di sesi latihan Rabu (17/10) sore. Timnas U-19 masih selalu memainkan umpan panjang, melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, dan melakukan simulasi permainan dengan memanfaatkan lebar lapangan.

Sebenarnya, gaya main ini sudah biasa dilihat saat Indra melatih tim era Evan Dimas. Saat itu, Ilham Udin Armaiyn dan Maldini Pali menjadi dua pemain yang ditugaskan menyisir sisi lapangan, dengan Evan jadi pengatur kecepatan permainan bersama Muhammad Hargianto.

Taktik Indra ini memang pernah meraih trofi juara Piala AFF tahun 2013, tapi sayangnya hancur lebur di kompetisi Piala Asia U-19 2014. Tidak ada kemenangan yang diraih dari tiga partai dengan hanya memasukkan dua gol dan kebobolan sebanyak delapan gol.

Tak ayal, pesimisme atas penampilan Timnas U-19 membuncah karena gaya bermain yang itu-itu saja. sementara di Piala AFF U-19 pada Juli lalu mereka kembali meraih kegagalan. Saat itu, Indonesia harus mengakui ketangguhan Malaysia di partai semifinal dalam adu penalti usai imbang 1-1 di laga normal.

Bojan Hodak, Pelatih Malaysia, sempat menceritakan kunci keberhasilan timnya. Menurutnya, kemenangan itu bisa didapat karena mereka mematikan peran Saddil Ramdani, Egy Maulana Vikri dan Todd Rivaldo Ferre yang terus bergerak di flank.

[irp]

Saddil begitu dominan di kaki kiri, dia selalu mencari arah tuk ke kiri, dia begitu berbahaya, punya shoot keras, makanya saya minta ke pemain agar memblok tiap kali Saddil melakukan shoot. Kemudian ada Todd Rivaldo, yang juga sangat berbahaya jika dalam situasi one-on-one. makanya saya minta pemain kawal dia ketat,” lanjutnya.

Piala Asia U-19 direncanakan akan dimulai pada Kamis (18/10) malam ini. Sebagai tuan rumah, Indonesia tergabung dalam Grup A bersama Qatar, Taiwan, dan Uni Emirates Arab.

Persiapan Indonesia tidak bisa dibilang bagus untuk ajang ini. Dari empat laga uji coba yang dilakoni, timnas Indonesia hanya mampu meraih satu kemenangan saat menghadapi Yordania.

Satu laga imbang saat melawan Thailand, dan dua kekalahan saat bertemu Hongkong dan Arab Saudi. Dari semua partai uji coba itu, Indonesia kebobolan sebanyak delapan gol dan hanya mampu menjaringkan enam gol.

Selalu update berita bola terkini hanya di vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS