What If: Antonio Conte yang Membuat Chelsea Digdaya

What If: Antonio Conte yang Membuat Chelsea Digdaya

Heri Susanto - Agustus 18, 2023
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Berita Bola – Antonio Conte menjadi pelatih terakhir yang sukses membawa Chelsea menjuarai Premier League. Namun kisah manisnya bersama the Blues harus rampung lantaran berbagai faktor internal yang membuat karirnya di Stamford Bridge berjalan singkat.

Antono Conte merupakan pelatih dengan rekam jejak yang tak terlalu lama menukangi kesebelasan. Maksimal, ia hanya menghabiskan tiga musim. Namun dalam karir manajerialnya, ia kerap membawa tim-tim yang dibesutnya berprestasi. Inter Milan, Juventus hingga Chelsea pernah dibawanya bertuah di berbagai kompetisi.

Namun Conte juga dikenal sebagai pelatih yang lumayan “rebel.” Ia kerap berseteru dengan semua orang, pemain, petinggi klub hingga pemimpin federasi hingga pelatih tim lawan. Hal itu yang pada akhirnya menjadi pemicu mengapa karir manajerialnya tak berjalan baik baik saja.

What If: Antonio Conte yang Membuat Chelsea Digdaya
Sumber: Goal

Pasca mundur dari Timnas Italia, Conte sempat membesut Chelsea untuk menggantikan kepergian Jose Mourinho. Di awal karirnya, ia membuat revolusi dengan memainka skema 3-5-2. Skema tak lazim tersebut membuat namanya mencuat dengan bukukan 11 kemenangan beruntun di kancah domestik.


Baca Juga:


Tak hanya itu, ia juga menginspirasi para manajer Inggris memakai skema yang lumayan kental dengan taktik ala Italia itu namun tak ada yang bisa mengikuti kesuksesan yang ditorehkannya bersama klub. Catatan apik itu membuatnya sempat terpilih sebagai manajer terbaik Bulanan Inggris dalam kurun waktu Oktober hingga Desember.

Musim pedananya bersama Chelsea berbuah manis tatkala hantarkan tim mendulang gelar Premier League dan memberi isyarat jika mereka akan tetap berada di jalur juara pada musim-musim berikutnya. Conte seakan menjadi jaminan mutu guna mendompleng kembali status elit the Blues.

Musim berikutnya, masalah kemudian dimulai. Conte mulai terlibat friksi dengan beberapa pemain. Diego Costa, sosok yang kala itu membantu Chesea memenangi gelar Premier League yang sempat hilang dari dekapan karena “keajaiban Leicester City” diasingkan dari skuat. Conte seakan tak pandang bulu meski sang pemain suskes menjadi lumbung gol bagi tim.

Banyak alasan yang membuatnya tak akur dengan Costa perihal sulitnya sang pemain diatur. Hal tersebut membuat pemain berdarah Brasil berang. Namun Conte seakan mampu menunjukan siapa dirinya di ruang ganti. Ia juga sempat terlibat friksi dengan berbagai sosok senior di tim macam David Luiz, Willian hingga Eden Hazard. Hanya boleh ada satu kepala di kamar ganti Chelsea dan dialah orangnya.

Di akhir musim keduanya, Conte sukses memenangi Piala FA. Namun di kancah Premier League, Chelsea mangalami masalah lantaran hanya finish di urutan enam klasemen akhir. Roman Abramovic, yang kala itu masih memegang kendali penuh di Chelsea pun memecat sosok asal Italia itu guna menggantinya dengan Maurizio Sarri.


Baca Juga:


Kesuksesan sempat ditorehkan di era kepemimpiinan Sarri. Namun setelahnya, mereka kembali terjebak di pola yang sama. Memecat pelatih yang sudah memberikan kesuksesan di kala hasil akhir tak sesuai selera entah siapapun pemiliknya mulai dari Abramovic hingga Todd Boehly.

Pertanyaan besar pun menyeruak, andai Chelsea tak memecat Conte, apa yang akan terjadi pada klu? Chelsea, yang kala itu finish di urutan keenam klasemen akhir diprediksi akan tetap berjaya. Namun berbagai nama yang mulai tak menunjukan rispek pada sosok kelahiran Bari bakal didepak.

Conte, seperti halnya Mourinho merupakan sumbu pendek. Anda hanya perlu menyiram bensin sedikit kepadanya dan ia akan menjalar secara menyeluruh. Reputasi pemain, sebesar apapun mereka tak akan mampu membendungnya.

Namun konsekuensi tersebut bisa dihadirkan dalam bentuk prestasi, entah apapun bentuknya. Bahkan diprediksi, andai ia masih berada di sana, dominasi Liverpool dan Manchester City di Premier League tak akan berjalan dengan mulus lantaran kehadiran Conte bersama timnya.

Tak berhenti sampai di sana, berbagai pemain yang mungkin merapat ke Inter pada masa kampanyenya bisa jadi berada di Chelsea. Bisakah dibayangkan bagaimana mengerikannya the Blues kala diperkuat Achraf Hakimi dan Romelu Lukaku dan dikombinasikan dengan berbagai pemain premium Chelsea?

Namun semua tak akan terjadi karena satu faktor krusial masih berada di Stamford Bridge, the Almighty Roman Abramovich. Tak boleh ada dua matahari di Chelsea dan Conte pun pada akhirnya terdepak di tengah kemungkinan sukses yang bakal direngkuhnya bersama tum asal London Barat.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.co