Site icon Vivagoal.com

5 Fakta Pelatih Piala Dunia 2022 dengan Gaji Tertinggi

5 Fakta Pelatih Piala Dunia 2022 dengan Gaji Tertinggi

Vivagoal Berita Bola Dalam Piala Dunia 2022, ada 32 pelatih dari berbagai negara yang bakal menukangi para finalis dari pinggir lapangan. Lima di antaranya merupakan sosok dengan bayaran termahal per tahun. Siapa saja mereka?

Piala Dunia 2022 bakal dihelat dalam beberapa hari ke depan. Tim-tim finalis tengah mempersiapkan diri untuk helatan empat tahunan tersebut. Pada 11 November mendatang, semua tim akan mengumumkan 26 pemain yang bakal mentas di Piala Dunia perdana di Timur Tengah itu.

Pelatih Timnas masing-masing negara bakal mempertimbangkan siapa yang layak mentas bagi negaranya masing-masing. Mereka yang terpilih biasanya memang merupakan langganan dan sosok yang tengah tampil bersinar di klubnya masing-masing.

Menjadi pelatih Timnas, dan membawa negara mendulang gelar juara bakal menjadi sebuah prestis tersendiri. Luiz Felipe Scolari (Brasil), Marcelo Lippi (Italia) hingga Vicente del Bosque (Spanyol) pernah membawa negaranya masing-masing menjadi juara dunia. Catatan tersebut juga memperindah cv yang mereka tangani dalam karir manajerialnya.


Baca Juga:


Menjadi pelatih Timnas sudah barang tentu bakal memberikan prestis tersendiri, terlebih andai mampu membawa negaranya berprestasi. Namun untuk soal gaji, bayaran melatih Negara sudah barang tentu lebih kecil dari apa yang dihasilkan kala menukangi klub.

Di level klub, Diego Simeone dari Atletico Madrid menerima bayaran 3,3 juta Euro per bulan. Angka tersebut merupakan yang terbilang besar. Pendapatannya bahkan mengalahkan Pep Guardiola (1,89 juta) dan Jurgen Klopp (1,49 juta). Untuk pelatih Timnas, bayaran sebesar itu hanya bisa diperoleh dalam kurun waktu satu tahun!

Vivagoal telah merangkum 5 nama dengan bayaran terbesar yang dimiliki para pelatih yang menukangi negaranya masing-masing di Piala Dunia. Empat pelatih berasal dari Eropa dan satu lainnya dari Amerika Selatan. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya.

  1. Hansi Flick (Jerman, 7,08 Juta Dollar)
Sumber: Sportstar

Sosok Hansi Flick lumayan mencuri perhatian kala menukangi Bayern Munich. Ia meneruskan tradisi Die Roten kala memenangi gelar domestik dan berprestasi di Eropa. Bahkan pada 2020 lalu, ia sempat hantarkan Bayern memenangi Sextuple atau enam gelar dalam setahun kalender.

Kala itu, Bayern sukses memenangi Bundesliga, DFB-Pokal, Liga Champions, Piala Dunia Antar Klub, Piala Super Eropa dan DFL-Supercup. Pasca sukses menukangi Bayern, ia memutuskan hengkang guna menerima pinangan TImnas Jerman.

Die Mannschaft bukanlah tempat asing bagi Flick. Pada 2006, namanya tercatat sebagia assisten Joachim Loew. Bahkan pada 2014, namanya masih tercatat sebagai staff pelatih Loew dan membawa Jerman Juara Dunia untuk kali keempat.

  1. Tite (Brasil, 4,18 Juta Dollar)
Sumber: ESPN

Sejak menapaki karir di dunia manajerial pada awal 90an, Tite banyak melatih tim-tim lokal Brasil dan beberapa tim Timur Tengah. Namun prestasi sosok 61 tahun tak perlu diraguan. Beberapa tim macam Veranopolis, Caxias, Gremio, Internacional dan Corinthians sempat dibawa berprestasi.

Dua tim terakhir bahkan pernha dibawa mendulang kejayaan dengan meraih prestasi di kancah sepakbola Amerika Selatan. Internacional dibawa menjadi juara Copa Sudamericana dan Copa Libertadores. Catatan tersebut rasanya cukup membawa Tite menukangi Selecao.

Pada 2016, Tite ditunjuk untuk menjadi suksesor Carlos Dunga. Piala Dunia 2018 menjadi turnamen perdananya. Di ajang tersebut, Neymar dan kolega sukses ia hantarkan hingga babak perdelapan final. Pasca turnamen, Tite pernah membawa Negaranya mendulang Superclasico de las Americas ppada 2018 dan Copa America setahun berselang.

  1. Didier Deschamps (Prancis, 4 Juta Dollar)
Sumber: Satupedia

Di antara semua nama yang tersemat dalam daftar, Deschamps mungkin merupakan sosok yang lumayan lama melatih Timnas. Sejak 2012, mantan pemain Juventus sudah menukangi Tim Ayam Jantan. Dalam periode tersebut, prestasi demi prestasi pernah ia raih.

Prancis sempat dibawanya mentas ke Piala Dunia 2014. Negeri Anggur bahkan melaju hingga babak perdelapan final sebelum akhirnya dikalahkan Jerman. Dua tahun berselang, Prancis sukses menjadi Tuan Rumah Euro 2016 dan Deschamps membawa Negaranya ke Final.

Namun sayang di laga pamungkas, juara Piala Dunia 1998 harus keok dari Portugal. Meski begitu, dua tahun berselaing, ia mampu bangkit dan hantarkan negaranya menjadi juara dunia untuk kali kedua. Deschamps menjadi soosk spesial lantaran pernah memenangi Piala Dunia baik sebagai pemain dan pelatih. Catatannya menyamai Mario Zagallo (Brasi) dan Franz Beckhenbauer (Jerman).


Baca Juga:


  1. Gareth Southgate (Inggris, 3,72 Juta Dollar)
Sumber: Voi

Sebagai pelatih, rekam jejak Southgate terbilang lumayan medioker. Ia hanya sempat menukangi Middlesbrough dan Timnas Ingggris U-21. Tim yang disebut pertama bahkan tak mampu dibawanya bertahan di Premier League pada musim 2008/9 kemarin.

Timnas Inggris U-21 sempat dibawanya ke putaran final Piala Eropa U-21 pada 2015 lalu. Namun tim tiga singa ada di posisi juru kunci. Anehnya, Inggris justru memberikan posisi sebagai caretaker pasca mundurnya Sam Allardyce. Southgate yang kala itu mendualng hasil biasa saja meski tak terkalahkan pada tiga laga perdananya dikontrak empat tahun ke depan.

Inggris semapt dibawanya menjadi juara empat di Piala Dunia 2018. Sementara itu di ajang Euro 2020, tim Tiga Singa mampu Ia bawa sebagai runner up. Bersama Southgate, sepakbola Inggris benar-benar tak kembali ke rumah.

  1. Luis Enrique (Spanyol, 3,37 Juta Dollar)
Sumber: beinsports.com

Luis Enrique memiliki rekam jejak yang lumayan mentereng sebagai pelatih. Kala menukangi Barcelona, ia sempat hantarkan Blaugrana mendulang treble winners pada 2014/15 lalu. Gelar tersebut bahkan menjadi Liga Champions terakhir yang direngkuh Barca dan belum bisa diulangi lagi sampai saat ini.

Ia juga tercatat pernah membantu klub memenangi berbagai gelar termasuk Double Winners semusim berselang dan sederet prestasi lain. Enrique sempat diberikan kepercayaan menukangi La Roja pada 2018. Namun ia mundur setahun berselang sebelum akhirnya kembali lagi.

Sosok yang pernah menukangi AS Roma pernah hantarkan Spanyol menjadi runner up Nations League dan melaju ke semifinal Euro 2020 lalu sebelum perjalanan mereka dihentikan oleh Italia.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Exit mobile version