Site icon Vivagoal.com

5 Fakta Pelatih yang Tak Pernah Bermain Sebagai Pesepakbola

5 Fakta Pelatih yang Tak Pernah Bermain Sebagai Pesepakbola

Vivagoal Berita BolaPelatih sepakbola biasanya berasal dari pemain yang memutuskan mengambil karir manajerial. Namun ada beberapa nama yang sama sekali tak pernah mengecap karir profesional sebagai pemain namun mampu sukses sebagai pelatih.

Menjadi pelatih sepakbola merupakan pilihan yang bisa diambil oleh mantan pemain sepakbola. Mereka bisa menularkan performa di lapangan kepada para pemain di klub yang ditukanginya. Banyak nama-nama beken di pinggir lapangan yang awalnya merupakan pesepakbola.

Di masa lalu, sosok macam Franz Beckenbauer, Zico, Diego Maradona hingga Fabio Capello merupakan sosok-sosok handal yang bagus kala bermain dan sempat melatih berbagai klub. beberapa nama dari mereka bahkan pernah menuai prestasi bersama berbagai tim yang dilatihnya.

Sementara jika menarik di masa sekarang, Carlo Ancelotti, Antonio Conte, Pep Guardiola, hingga yang teranyar, Xavi Hernandez pernah bukukan prestasi manis kala bermain dan hal tersebut berlanjut ketika mereka menjadi pelatih bagi timnya masing-masing.


Baca Juga:


Namun tak semua nama pada akhirnya memiliki kesempatan untuk bermain profesional untuk kemudian menjadi pelatih. Ada berbagai faktor yang membuat mereka tak bermain namun putuskan menjadi pelatih. Cedera di masa muda menjadi salah satu faktor utama. Selain itu, berbagai faktor lain bisanya mengikuti belakangan.

Menjadi seorang pelatih memang tak perlu harus berasal dari pemain. Pasalnya, syarat untuk menjadi juru taktik hanya perlu mengikuti kursus kepelatihan dasar hingga memiliki lisensi A di berbagai konfederasi untuk melatih sebuah kesebelasan elit. Selain itu, seorang yang ingin menjadi pelatih harus memiliki pemahaman taktik, wawasan yang luas serta kemampuan manajemen yang baik di ruang ganti.

Vivagoal sudah merangkum 5 nama yang sama sekali tak pernah menjadi pesepakbola namun sukses menjadi pelatih yang memiliki sederet prestasi. Di antara 5 nama yang tersemat, hanya ada satu yang masih melatih dan sisanya sukses catatkan prestasi mumpuni bersama timnya masing-masing. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya.

  1. Julian Nagelsmann
Sumber: Detik Sport

Sosok yang saat ini tengah melatih Bayern Munich sama sekali tak pernah mentas sebagai pemain pro lantaran mengalami cedera lutut kala masih bermain di tim junior. Setelahnya, ia memutuskan banting setir menjadi pelatih dan profesi tersebut membuahkan catatan gemilang.

Namanya sukses menjadi pembicaraan kala menukangi Hoffenheim. RB Leipzig pun pernah dihantarkannya menuju semifinal Liga Champions dua musim lalu. Ia juga sukses memoles berbagai bakat potensial di kedua tim tersebut dan memiliki nilai jual tinggi di kemudian hari

Kini, Nagelsmann menukangi Bayern Munich sejak 2021. Menukangi Bayern artinya ia sudah mendapat kepercayaan bakal menjadi sosok potensial di masa mendatang. Semusim menukangi klub, ia sudah hantarkan Die Roten memenangi Bundesliga di musim kemarin dan hantarkan tim memenangi sepasang Piala Super Jerman.

  1. Arrigo Sacchi
Sumber: Liputan 6

Sebelum memulai karir sebagai pelatih, Arrigo Sacchi hanya menjadi sales penjual sepatu. Profesi sebagai juru taktik mulai ia tekuni dari 1973 hingga 2021. Pada laman FIFA, ia mengklaim jika untuk menjadi joki, seseorang tak perlu menjadi kuda terlebih dahulu.

Meski minim pengalaman sebagai pelatih, ia mampu membuktikan diri sebagai sosok yang terpandang. Pada musim 1987, AC Milan memberikan kesempatan kepadanya untuk membuktikan diri. Ia pun menuai kesuksesan dengan membawa Rossonerri menjadi back to back juara Liga Champions dengan bantuan trio Belanda.

Sacchi kemudian menukangi Timnas Italia mulai dari 1991 hingga 1996 lalu. Prestasi terbesarnya mampu membawa Gli Azzurri menjadi runner up Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

  1. Carlos Alberto Parreira
Sumber: Ligalaga

Sama seperti Sacchi, Carlos Alberto Perreira langsung menjabat status sebagai pelatih Timnas Ghana di tahun 1968. Ia sempat menjadi pelatih fisik, assisten pelatih dan menjadi pelatih utama kembali dalam awal karir manajerialnya.

Rekam jejak Parreira lumayan panjang. Sederet negara di Afrika, Asia, Eropa dan berbagai tim asal Brasil pernah ia tukangi. Fluminense pernah ia tukangi sebanyak 5 kali. Namanya juga pernah menukangi Timnas Afrika Selan di piala Dunia 2010 lalu.

Rentetan gelar baik di kancah domestik dan kontinental. Salah satu gelar terbesar yang pernah ia rengkuh kala membawa Brasil menjuarai Piala Dunia keempat mereka di Amerika Serikat pada 1994 lalu dan Copa America 10 tahun berselang.


Baca Juga:


  1. Bill Sruth
Twitter: Rangers Football Club

Manajer kedua Glasgow Rangers ini tak pernah mengecap karir sebagai pemain. Ia sudah berada di klub dan mengemban tugas sebagai asisten pelatih mulai 1914 hingga 1920. Setelahnya, mulai dari 1920-1954, ia menukangi the Light Blue dan menuai banyak kesuksesan.

Rangers menjadi satu-satunya tim yang ditukanginya. Dalam karirnya ia punya rekor yang mentereng mulai dari 18 gelar Liga, 10 Piala Skotlandia dan sepasang gelar Piala Liga. 30 gelar domestik pernah ia persembahkan untuk tim yang bermarkas di Ibrox.

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya, pada 2005 pemilik Rangers kala itu, Sir David Murray membuat patung perunggu Bill Sturh di Tribun Utama Stadion dan nama tribun tersebut menjadi Bill Struth Main Stand.

  1. Guy Roux
Sumber: Prime Video

Roux dan Auxerre merupakan hal yang tak terpisahkan. Sosok yang tak pernah mengecap karir sebagai pemain profesional ini mulai menukangi Auxerre pada 1961 hingga 2005 silam. Empat dekade adalah waktu yang cukup lama untuk seorang pelatih menukangi sebuah kesebelasan.

Dalam masa kepemimpinannya, ia pernah menghasilkan pemain besar bersama klub mulai dari Eric Cantona, Basile Boli, Alain Goma, Frédéric Darras, Pascal Vahirua, Raphael Guerreiro, Stéphane Mazzolini, Djibril Cissé, Philippe Mexès, hingga Teemu Tainio

Berbagai gelar domestik pernah ia persembahkan bagi Auxerre seperti satu gelar Liga Prancis, empat gelar Coupe de France, satu gelar Ligue 1 dan satu gelar Piala Intertoto. Ia memutuskan pensiun dari klub pada 2005 dan sempat menukangi RC Lens selama sebulan pada 2007 lalu.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Exit mobile version