Obrolan Vigo: Luis Suarez, Pistol Tua yang Enggan Berhenti Menembak

Obrolan Vigo: Luis Suarez, Pistol Tua yang Enggan Berhenti Menembak

Heri Susanto - January 24, 2023
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal Berita Bola – Meski sudah berusia senja, Luis Suarez masih belum ingin berhenti. El Pistolero masih ingin terus menembak dan membuat gol untuk tim yang saat ini diperkuatnya, Gremio.

Luis Suarez, yang lahir pada 24 Januari 1987 di Salto. Ia memulai karir profesional bersama salah satu tim besar Uruguay, Club Nacional. Di musim 2005/06 yang merupakan debutnya di kompetisi domestik Uruguay, ia sempat mengepak 10 gol dari 27 laga. Catatan tersebut merupakan sebuah hal yang menarik untuk penyerang yang baru berusia 18 tahun.

Gol-gol yang dicetaknya menarik minat tim Eropa. Groningen. Dana 800 ribu Euro harus dikeluarkan sebagai kompensasii. Namun, perjalannya di Belanda agak tersendat di awal lantaran ia tak bisa berbahasa Belanda. Meski begitu, kehadiran kompatriotnya, Bruno Silva membantu adaptasinya.

Musim perdana di Groningen berjalan lumayan. 15 gol dikemas dalam 37 laga di lintas kompetisi. Selain piawai mencetak gol, sisi tempramennya lumayan kuat. Ia sempat menerima tiga kartu kuning dan satu kartu merah pada laga-laga yang libatkan Groningen.

Capaian apik tersebut menarik minat dari Ajax Amsterdam semusim berselang. Dana 7,5 juta Euro harus dikeluarkan dari kocek De Godenzonen guna membawa Suarez muda merapat ke Amsterdam ArenA. Angka tersebut hampir 10 kali lipat dari harga beli yang sempat dikeluarkan Groningen pada 2006/07 lalu.

Di Ajax, dengan komposisi pemain yang lebih baik serta kans tim untuk bicara banyak di kancah domestik membuat karir pemain asal Uruguay mentereng. 3,5 musim berseragam putih merah, ia mampu suguhkan 111 gol dan 69 assist dalam 159 pertandingan di lintas kompetisi.


Baca Juga:


Dalam periode tersebut ia sempat membantu klub memenangi KNVB Bekker dan Eredivisie. Di baik prestasinya, ada momen hitam dalam karir Suarez. Ia sempat melakukan gigitan pada Otman Bakkal kala Ajax Bersua PSV pada 2010 lalu. Aksi tersebut membuat koran kenamaan Belanda, De Telegraaf menulis dirinya sebagai Kanibal dari Ajax. Pasca insiden tersebut, ia meminta maaf melalui laman facebook-nya.

Di bursa Januari 2011, seiring dengan kepergian Fernando Torres ke Chelsea, Liverpool bergerak cepat dengan amankan Andy Caroll dan Luis Suarez sebagai pengganti. Untuk nama kedua, ia menadarat dengan mahar 26,5 juta Euro. Sementara nama pertama merupakan pembelian gagal lantaran tak memberikan impresi.

Steven Gerrard yang kehilangan rekan sehatinya Torres perlahan mulai tampil klop dengan Suarez di lini depan. Kombinasi keduanya sempat mendulang 11 gol di paruh musim perdananya dan hantarkan tim memenangi Piala Liga. Namun ia gsgal membawa klub ke papan atas lantaran di akhir musim, the Reds hanya mampu finish di urutan 8.

Musim keduanya bersama Liverpool pun juga kurang baik. Tim masih terjebak dalam inkonsistensi performa dan celakannya, ia sempat terlibat aksi rasial kepada Patrice Evra. Hal tersebut membuat Suarez dijatuhi hukuman 7 laga plus denda 4o ribu paun. Ia enggan meminta maaf lantaran merasa tak bersalah dengan sang pemain. Pada laga lain melawan United, ia bahkan enggan bersalaman dengan pemain asal Prancis itu.

Dua musim berselang, berbagai cerita hadir pada diri suarez. Ia mampu menjadi mesin gol klub dan dielu-elukan Liverpooldian kala mentas di Anfield. Performanya kian moncer bersama Steve G. Bahkan status sebagai top skor Premier League sempat ditorehkannya pada musim 2012/13 lalu.

El Pistolero sempat hampir hantarkan tim menjadi juara Premier League sekaligus mengakhiri puasa gelar di musim 2013/14. Namun insiden terpeleset dari Steven Gerrard membuat semua rencana berantakan. Mereka harus puas di posisi runner up dan menyerahkan gelar pada United di akhir kompetisi.

Musim tersebut, ia kembali terlibat dalam insiden gigitan. Kali ini, Branislav Ivanovic menjadi korban. Sosok asal Serbia digigit di bagian lengan dan Suarez harus dijatuhi hukuman 10 pertandingan dari FA yang bakal membuat dirinya absen dalam berbagai laga krusial yang libatkan the Reds di awal musim 2014/15.