
Obrolan Vigo: Pohon Kepelatihan Pep Guardiola
Mikel Arteta

Mikel datang ke Manchester City pada tahun 2016 dan bertugas sebagai tangan kanan Pep untuk tiga setengah tahun. Dalam kiprahnya di Etihad Stadium, mantan gelandang Everton memegang peran penting dan sukses membantu City meraih kesuksesan. Di sana, Ia belajar banyak tentang strategi, taktik, dan mentalitas juara dari Pep Guardiola.
Pada pertengahan musim 2019-2020, Arteta menerima tawaran The Gunners untuk menjalankan tugas sebagai manajer tim menggantikan Unai Emery. Sempat kesulitan di awal-awal masa kerjanya, perlahan tapi pasti, Ia sanggup membangun Arsenal dengan pemain-pemain mudanya. Selama berada di Emirates Stadium, Ia mampu memberikan gelar FA Cup dan menjadikan Arsenal sebagai penantang gelar di setiap musimnya. Bahkan, Gunners saat ini menjadi tim yang lumayan ambisius bersama Arteta dengan banyaknya nama besar yang merapat ke London Utara.
Xabi Alonso

Sebelum menjadi pelatih, Xabi Alonso merupakan gelandang papan atas yang pernah bermain untuk beberapa tim tangguh di Eropa seperti Liverpool, Real Madrid, dan Bayern Munchen. Selama bermain di Jerman, Ia menjadi pemain yang krusial di lini tengah Die Roten racikan Pep Guardiola.
Pada 2017, Xabi memutuskan pensiun dan mengambil kesempatan untuk bekerja di akademi muda Real Madrid. Setelah itu, Ia mulai melatih Real Sociedad B. Pada musim 2022/23, Bayer Leverkusen yang sedang terpuruk, resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih. Bekalnya lumayan apik untuk menjadi pelatih. Ia kerap mentas di berbagai tim top dan pernah dilatih nama-nama beken mulai dari Pep, Rafa Benitez, Vicente Del Bosque hingga Jose Mourinho.
Dalam kiprahnya bersama Die Werkself, Alonso merubah stigma negatif kepada Bayer Leverkusen dari Neverkusen yang tak pernah menangkan apapun dengan mendulang double winners dalam wujud DFB-Pokal dan Bundesliga di musim 2023/24 kemarin. Gelar yang disebut terakhir bahkan dikurasi tanpa mengalami satu pun kekalahan.
Kiprah apik tersebut membuatnya dipanggil kembali menunkangi Real Madrid. Ia bahkan masih belum terkalahkan saat menukangi El Real dan mempromosikan Next Raul Gonzalez dari La Fabrica yakni Gonzalo Garcia.
Xavi Hernandez

Berstatus sebagai salah satu gelandang terbaik Barcelona di bawah komando Pep Guardiola, Xavi disebut-sebut menjadi sosok yang tepat untuk menjadi pelatih Blaugrana di masa depan. Hal tersebut sempat ia buktikan saat menukangi Al-Sadd. Skema possession yang dikombinasikan dengan pressing menjadi senjata utama. Berbagai prestasi di Qatar kemudian membuatnya menjadi pelatih Barcelona pada November 2021.
Xavi datang ke Camp Nou di saat klub sedang tidak baik-baik saja. Huru-hara sedang terjadi di ruang ganti dan situasi keuangan tim sedang merosot dan finansial tim lumayan terbatas. Namun dibawah mandatnya, Barcelona mampu menjuarai LaLiga pada dan Piala Super Spanyol. Hubungannya yang kurang baik dengan presiden klub, Juan Laporta serta rangkaian hasil minor yang mendera klub, membuat pria yang identik dengan nomor punggung 6 itu angkat kaki dari Barcelona dengan cara yang tak baik-baik saja.
Erik Ten Hag

Pelatih Bayer Leverkusen saat ini, Erik Ten Hag, pernah menjadi pelatih Bayern Munchen B pada tahun 2013 lalu. Ia berada di tahun yang sama saat Pep Guardiola menjabat sebagai pelatih tim utama Bayern Munchen.
Pelatih asal Belanda kemudian ditunjuk sebagai pelatih Ajax Amsterdam pada tahun 2017. Di sana, Ia mampu mejuarai Eredivisie sebanyak 3 kali dalam 5 tahun masa baktinya. Selain itu, Ia sanggup mengorbitkan bintang-bintang muda potensial seperti Frankie de Jong, Antony hingga Matthijs de Ligt. Erik Ten Hag mengakui jika Ia belajar banyak dari seorang Pep Guardiola.
Setelah keluar dari Amsterdam ArenA, sang pelatih hijrah ke Old Trafford. Selama di Manchester United, Ia tidak mampu berbuat banyak. Tim terseok di papan tengah dan ada tekanan tinggi di setiap pekannya. Meski begitu, sepasang gelar dalam wujud Piala FA dan Carabao Cup tetap menjadi sajian di tengah masalah yang menerpa United pasca Sir Alex Ferguson angkat kaki. Catatannya pasca era Fergie ada satu tingkat di bawah Jose Mourinho.
Baca Juga:
- 5 Fakta Pemain Penting yang Membantu Lyon Juara 7 Kali Beruntun di Ligue 1
- Lolos ke 16 Besar CWC, Inilah 5 Fakta Pemain Termahal Palmeiras
- 5 Fakta Kegagalan Transfer Berbagai Tim di Premier League
- 5 Fakta Kiper Terburuk yang Pernah Dimiliki Manchester United
Enzo Maresca

Pada musim 2020/21, Enzo Maresca memimpin Skuat Pengembangan Elit Man. City meraih gelar Liga Primer 2. Kinerja tersebut membuat Ia mendapat pekerjaan di Parma, meskipun akhirnya Maresca harus dipecat setelah memimpin Parma dalam 14 laga saja.
Sang pelatih kembali ke Etihad Stadium sebagai salah satu asisten Pep Guardiola dan menggondol treble winner musim 2022/23. Kesuksesannya berlanjut kala Ia hengkang ke Leicester City untuk menjadi pelatih tim utama. Ia membantu The Foxes promosi ke Premier League dengan permainan atrakrif dan mengunci gelar EFL Championship.
Hasil itu membuat Chelsea tanpa ragu mengamankan jasa Enzo Maresca sebagai pelatih baru mereka. Semusim berada di London Barat, sosok asal Italia sempat hantarkan the Blues mengunci satu gelar di Conference League dan membantu tim mentas di Liga Champions musim 2025/26 mendatang.
Luis Enrique

Mantan rekan setim Pep Guardiola di Barcelona, Luis Enrique, bertugas di Barcelona B selama tiga tahun pada periode yang sama ketika Pep Guardiola menjadi pelatih tim utama Barcelona. Banyak pemain yang disinergikan sosok asal Asturian untuk mentas di tim besutan Guardiola.
Pada tahun 2014, Luis Enrique resmi dipekerjakan sebagai pelatih utama Barcelona pasca kiprahnya di AS Roma dan Celta Vigo. Di bawah kepemimpinannya, Lionel Messi dan kolega sanggup meraih satu gelar LaLiga dan 3 gelar Copa del Rey serta meraih predikat treble winner. Karirnya berlanjut ke Timnas Spanyol dan pakem performa brilian tetap dipertahankan. Namun La Roja gagal mendulang apapun di bawah kepemimpinannya, entah di Euro 2020 atau Piala Dunia 2022 kemarin.
Kegagalan itu tidak menyurutkan minat tim lain. Paris Saint-Germain memberikan pekerjaan untuk merakit komposisi terbaik. Gelar domestik sempat dipersembahkan di musim debut. Namun di musim 2024/25, ia meracik timnya sendiri tanpa kehadiran Kylian Mbappe. Hasillnya, Les Parisiens sukses mendulang treble winners untuk kali pertama di sepanjang sejarah klub.
Vincent Kompany

Mantan bek tengah Manchester City ini menjelma menjadi pelatih menjanjikan. Kompany pernah bermain di bawah arahan Pep dan lumayan diandalkan di jantung pertahanan. Kapasitasnya sebagai pemimpin the Sky Blues jelas tak bisa ditepikan begitu saja.
Pasca rampung menjadi pemain, Vinny sempat memperagakan transfer ilmu bersama Burnley. The Clarets dibawa promosi ke Premier League dengan catatan yang prima dan menjelma menjadi Little City di bawah komandonya. Mereka seakan tak memiliki lawan sepadan di tier dua. Meski hanya semusim di Premier League dan timnya harus terdegradasi, minat tim lain kepadanya tetap terjaga.
Bayern Munich yang baru berpisah dengan Thomas Tuchel menunjuk sosok Belgia sebagai pengganti. Ia langsung membawa tim mendominasi kancah domestik dan merebut gelar yang sempat melipir ke Leverkusen musim lalu.
Penulis: Aldo Nugraha
Editor: Heri Susanto
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















