MPL Fantasy

Tag: The Blues

Pemilik Derby County: Saya Yakin Lampard Akan Kembali ke Chelsea

Vivagoal Liga InggrisRumor dicoretnya pelatih Chelsea, Maurizio Sarri memang tak pernah berhenti. Ketidakpuasan publik Stamford Bridge membuat pelatih asal Italia itu disebut tak akan bertahan lama bersama The Blues. Alhasil eks pemain mereka Frank Lampard disebut akan menggantikan Sarri.

Sukses bersama Derby County, Chelsea beranggapan Lampard cocok untuk menukangi tim asal London itu.  Terlebih sebagai mantan pemain Lampard dinilai punya ikatan dan loyalitas terhadap Chelsea.

Selain itu, pemilik Derby County, Mel Morris mengatakan Lampard sudah sepantasnya menukangi Chelsea. Meski tak menyebut kapan pastinya Lampard akan menukangi Chelsea, Morris beranggapan Lampard punya aura layaknya pelatih top.

“Dia telah membuat suasana yang bagus. Bukan karena dia tenar, tapi dia punya Aura layaknya pelatih-pelatih dengan nama besar,” kata Morris dilansir The Telegraph.

Morris pun yakin Lampard akan kembali ke Chelsea sebagai pelatih. Meski demikian ia menganggap Lampard masih miskin pengalaman untuk menjadi juru taktik The Blues.

Karenanya ia tak ragu meminta Lampard untuk terlebih dahulu meraih sukses bersama Derby Conty untuk menambah jam terbangnya. Dengan demikian Morris menilai akan lebih mudah untuknya berperestasi bersama klub yang telah membesarkan namanya itu.

“Saya yakin Lampard pasti akan kembali ke Chelsea karena ia legenda disana. Semakin lama dia meraih sukses di luar Chelsea maka tugasnya nanti akan lebih mudah ketika menukangi The Blues, mengingat Chelsea selalu punya ekspektasi tinggi,” jelas Mel Morris.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Manchester City Bikin Fans Chelsea Geram, Kenapa?

Vivagoal Liga Inggris – Klub besar Manchester City bisa dibilang klub banyak musuh. Sekarang ini, fans The Blues menjadi fans terbaru yang membenci klub berjuluk The Citizens itu hanya karena sosok Frank Lampard. Kenapa, kok bisa?

Diberitakan dari laman Sportbible, The Citizen lewat akun Twitter-nya menuliskan cuitan yang mengisyaratkan bahwasannya Frank Lampard adalah legenda klub sebelah Manchester United.

Dalam kesempatan ini, admin pun sekaligus mengunggah foto Lampard untuk menandai peringatan empat tahun usai Frank Lampard memutuskan mengakhiri kariernya di Liga Primer Inggris.

Tiba-tiba hal ini, mengundang amarah fans Chelsea yang beramai-ramai membalas cuitan tersebut dengan beragam komentar. Banyak dari fans mereka bahkan memiliki jempol ekstra ‘pedas’ dan seolah tak menerima legendanya diklaim klub lain.

Dan saat itu, bahkan menyebut bahwa Manchester City memiliki standar rendah untuk memberi gelar legenda kepada pemain, yang bahkan hanya bermain selama semusim bagi mereka. Berbeda dengan Chelsea, yang sudah 13 tahun dibela pria berusia 40 tahun itu.

Frank Lampard memang pernah sempat membela The Citizens pada musim 2014/15 sebagai pemain pinjaman setelah memutuskan hengkang dari The Blues. Keinginan untuk tidak menghadapi The Blues dengan pindah ke Amerika pun tidak bisa dia hindari.

Oleh karena itu, Lampard malah pindah ke klub Major League Soccer (MLS) yang merupakan salah satu ‘saudara’ segrup The Citizens, yakni New York City FC.

Akan tetapi, terlepas dari ‘pengakuan’ legenda oleh The Citizens, sosok Frank Lampard memang legenda hidup sepak bola Inggris dengan rekor gelandang tersubur sepanjang sejarah liga Ratu Elizabeth tersebut. Saat ini, ia tengah menjajaki karir sebagai manajer di klub Derby County.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Bertahan di Chelsea, Willy Cabalero Punya Peran Baru

Vivagoal Liga Inggris – Kiper Chelsea, Willy Cabalero baru saja memperpanjang kontraknya hingga musim mendatang bersama klub asal London, Chelsea.  Akan menjalani musim baru bersama The Blues, Willy sapaan akrab sang kiper menyebut akan mendapat peran baru dalam tim.

Willy mengonfirmasi dirinya akan tetap bersama Chelsea musim mendatang. Pemain yang telah mengemas 22 penampilan itu nampaknya akan tetap menjadi kiper pelapis di musim mendatang. Namun, manajemen memberikan peran yang sedikit berbeda untuk Willy.

Dilansir dari laman resmi klub, Willy akan tetap jadi kiper kedua menemani Kepa Azirbalaga yang mengisi pos kiper utama. Meski demikian, Willy tetap berperan untuk membangun situasi yang baik saat latihan dan mendukung Kepa berada di form terbaiknya.

“Saya mencoba untuk membantu Kepa meraih form terbaiknya setia pekan. Dimana saya melakukan yang terbaik untuknya. Namun, saya juga harus meningkatkan performa diri saya sendiri, in case Kepa harus absen,”jelas Willy dilansir laman resmi klub.

Meski demikian, Willy tak sepenuhnya puas berada di balik bayang-bayang Kepa. Ia mengungkap tetap akan menunjukan performa terbaiknya untuk bisa menjadi kiper utama di Chelsea.

“Saya pun ingin bermain dan tak ingin selalu duduk di bench. Tapi Anda tahu, EPL agak sedikit complicated.  Dimana Anda harus selalu berada di level terbaik dan harus selalu siap untuk setiap pertandingan,” tutup Willy.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Begini Perjuangan Fans Chelsea Untuk Hadiri Final Liga Eropa

Vivagoal Liga InggrisFinal Liga Eropa akan mempertemukan Chelsea dan Arsenal akan dimainkan di Olympic Stadium Baku, Azerbaijan, Kamis (30/5/2019) depan. Perjalanan gila pun harus dilakukan oleh fans kedua tim yang berasal dari London.

Selain jarak yang jauh, fans kedua tim disulitkan dengan biaya penerbangan yang mahal. Andai nekat, maka perjalanan berat harus mereka tempuh untuk bisa sampai di sana seperti yang dilakukan bapak dan anak fans Chelsea  Kevin Cobb dan Jake Ralph.

Dikutip Daily Mail, Kevin dan Jake mengawali perjalanannya dari Bandara Stansted di London, pada Selasa (21/5/2019) waktu setempat, dengan mengambil penerbangan terakhir menuju Istanbul. Mereka tiba di Turki sehari kemudian. Keduanya lantas melanjutkan perjalanan ke Ankara menggunakan pesawat yang menempuh waktu satu jam.

Setibanya di Ankara, tibalah perjalanan paling berat keduanya. Kevin dan Jake harus melakukan perjalanan darat dengan kereta selama 24 jam. Keduanya menaiki Dogu Ekspresi dari Ankara menuju Kars dengan jarak sekitar 1.310 kilometer pada Kamis (23/5/2019) ini.

Setelah sehari penuh berada di kereta, Kevin dan Jake akan  tiba di Kars pada Jumat (24/5/2019). Setibanya di perbatasan Georgia itu, keduanya masih harus menyebrang ke Tbilisi dengan menggunakan taksi.

Setibanya di Georgia, keduanya rencananya akan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Baku dengan menggunakan kereta pada Minggu (26/5/2019). Merekapun dijadwalkan tiba di kota tuan rumah final Liga Europa pada Senin (27/5/2019) atau dua hari sebelum laga Chelsea vs Arsenal berlangsung.

Perjalanan berat yang mereka lakukan tidak lain untuk memangkas biaya perjalanan. Pihak Chelsea sendiri memasang tarif setiap orang sekitar 1.000 poundsterling atau sekitar Rp 18,2 juta belum termasuk tiket untuk menghadiri laga final di Baku.

“Jadi daripada membayar 1.000 pound sterling lewat agen perjalanan, kami memutuskan untuk melakukannya secara mandiri dan memulai perjalanan kami yang sedikit gila. Kami telah menghemat banyak dengan cara ini,” jelas Jake.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Sarri Menyerah Latih Chelsea?

Vivagoal Liga Inggris – Maurizio Sarri sejatinya tak perlu mengkhawatirkan masa depannya di Chelsea jika melihat capaiannya musim ini. Meski demikian, sang pelatih sendiri yang justru tak terlalu yakin akan tetap bertahan musim depan.

Musim ini berjalan naik turun bagi Chelsea dengan serangkaian torehan apik di awal lalu mengalami keterpurukan mendekati penghujung musim. Meskipun demikian, klub berjuluk The Blues tersebut masih mampu finis di peringkat tiga Premier League.

Sarri berhasil memenuhi target klub dengan membawa kembali tim berlaga di Liga Champions musim depan. Tidak hanya itu saja, ia juga berhasil membawa Chelsea ke final Liga Europa serta menjadi runner-up Carabao Cup.

 

Namun suara sumbang terkait masa depannya tak lantas reda. Mantan pelatih Napoli itu santer dikabarkan akan angkat kaki pada musim panas ini.

Alasan terbesar adalah ketidak harmonisan hubungan Sarri dengan para fans Chelsea. Mereka melihat jika pelatih asal Italia itu mengusung filosofi permainan yang merugikan tim untuk kedepannya.

Saat ditanya oleh Daily Mail apakah dirinya akan bertahan di Chelsea, Sarri dengan kurang yakin menjawab: “Saya pikir iya, tapi saya tidak begitu yakin,”.

“Saya hanya bisa mengatakan bahwa klub meminta saya untuk kembali ke Liga Champions, dan kami telah mencapai target,” lanjutnya.

Lebih lanjut Sarri mengatakan jika dirinya sudah jatuh cinta dengan kompetisi di Inggris. Ia menyebut di sana adalah liga dengan kualitas permainan terbaik di dunia

“Seperti yang telah anda ketahui, saya mencintai sepak bola Inggris. Saya mencintai Premier League; ini fantastis dan levelnya terbaik di dunia, saya pikir begitu,” tambahnya.

“Atmosfer di stadion sangat luar biasa. Saya sangat ingin bertahan di sini. Musim berjalan sangat berat bagi kami. Tapi saya pikir pada akhirnya kami senang karena kami mengalami masalah tiga bulan lalu, tapi mampu bereaksi dengan baik,” tandasnya.

Misi terakhir Sarri musim ini tentu saja menghadirkan trofi juara bagi Chelsea. Kans terbuka lebar andai mereka mampu mengalahkan Arsenal di laga final Liga Europa akhir Mei nanti.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Sejarah! Inggris Dominasi Final Kejuaraan Antar Klub Eropa

VivagoalLiga Inggris – Sejarah tercipta pada ajang kompetisi antar klub Eropa musim ini. Untuk kali pertama, empat finalis di turnamen Liga Champions dan Liga Europa (dahulu Piala UEFA) berasal dari satu negara, Inggris.

Sebelum dominasi tim Inggris ini, sejarah mencatat, sebuah negara paling banyak hanya bisa mengirimkan tiga wakilnya ke final dua ajang itu. Negara yang dimaksud adalah Spanyol. Pada musim 2013/2014 hingga 2015/2016, Negeri Matador itu selalu mampu mengirim tiga wakilnya ke final dua kompetisi antarklub Eropa tersebut.

Komposisinya pun sama, Real Madrid dan Atletico Madrid bersua di final Liga Champions, sementara Sevilla mengunci satu tempat di partai final Liga Europa.

 

Yang menariknya disini, kisah dominasi tim asal Inggris di pentas antarklub Eropa musim ini diwarnai aksi comeback yang sensasional. Hanya Arsenal di Liga Europa yang melenggang mulus ke partai final usai menang 3-1 di leg pertama dan 4-2 di leg kedua kontra Valencia.

Sementara itu, Liverpool dan Tottenham melaju ke final Liga Champions setelah menggelorakan semangat Remontada atau aksi kembali setelah sempat tertinggal atas Barcelona dan Ajax Amsterdam. Di sisi lain, Chelsea bisa sampai ke final setelah berjuang hingga babak adu penalti.

Chelsea menjadi tim terakhir sekaligus jadi penentu dominasi Inggris di Eropa musim ini. Tim besutan Maurizio Sarri itu harus bersusah payah dulu untuk bisa melewati hadangan wakil asal Jerman, Eintracht Frankfurt.

Setelah bermain imbang agregat 2-2 hingga 120 menit, Chelsea baru bisa menuntaskan misinya setelah melalui adu tos-tosan. Kepa Arrizabalaga jadi pahlawan setelah menahan dua penendang Frankfurt, Martin Hinteregger dan Goncalo Paciencia.

Dominasi tim Inggris di kancah Eropa ini sekaligus mematahkan dominasi Spanyol meraih trofi yang sudah berlangsung selama 6 musim terakhir. Sejak 2013 silam, trofi Liga Champions dan Liga Europa hampir selalu bisa dibawa pulang ke negeri Matador.

Hanya Manchester United yang sekali bisa mematahkan dominasi itu, yakni pada final Liga Europa musim 2016/2017.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Dikritik Fans Chelsea, Ini Reaksi Sarri

Vivagoal Liga InggrisMeski menang di laga kontra Cardiff, manajer Chelsea, Maurizio Sarri terus dikritik fans mereka. Meski demikian, Sarri  tak ambil pusing. Untuk meredamnya Sarri akan membuktikan diri dengan menargetkan hasil maksimal di akhir musim nanti.

Di laga itu, mereka  harus susah payah meraih kemenangan di markas Cardiff City. Dalam kemenangan 1-2 itu mereka bahkan harus dibantu wasit untuk menang, dimana sang pengadil mengesahkan gol Azpilicueta yang terjebak dalam posisi offside.

Tak puas dengan permainan Eden Hazard dkk di laga kontra Cardiff, para pendukung Chelsea yang hadir di Cardiff Stadium kembali menyuarakan cibiran mereka. Sayup-sayup kerap terdengar mereka berteriak ‘F*ck Sarriball’ berkali-kali selama pertandingan.

Atas aksi tersebut, Sarri sendiri mengaku tak terlalu mempermasalahkannya. Ia mengatakan  hal itu sudah biasa ia rasakan selama menjadi pelatih. Ia juga bersiap mengubah opini mereka terkait filosofi permainannya.

“Saya sudah berada di lapangan selama 45 tahun terakhir jadi saya sangat paham reaksi fans. Saya sangat memahami itu karena saya juga kecewa terhadap para pemain namun mereka terus berjuang. Mungkin ada baiknya menunggu sampai akhir pertandingan [sebelum mereka mengkritik], jadi bagi saya ini bukan masalah besar,” kata Sarri dikutip dari Chelseafc.com.

“Pada beberapa periode terakhir, sayangnya saya sudah terbiasa dengan ini [kritik fans selama pertandingan] dan saya harus bekerja keras untuk mengubah opini di kepala mereka,” sambung Sarri.

Lebih lanjut, Sarri akan mengubah opini para fans yang mengkritik skema permainannya. Menurutnya ia akan terus memberi kemenangan demi kemenangan untuk para fans di sisa laga yang ada.

“Cara untuk melakukan itu [mendapatkan dukungan fans] adalah dengan terus memenangkan pertandingan. Tentu saja kami harus berkembang dan bermain lebih baik tetapi terkadang dalam semusim anda harus memenangkan pertandingan seperti ini [dengan keberuntungan],” tandas eks pelatih Napoli tersebut.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Warnock Sebut Liga Inggris Dipimpin Wasit Terburuk di Dunia

Vivagoal Liga InggrisManajer Cardiff, Neil Warnock tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai timnya kalah 1-2 dari Chelsea. Selain kecewa karena kalah, ia pun kecewa pada kepemimpinan wasit di laga tersebut.

Menjamu Chelsea di Cardiff City Stadium pada pekan ke-32 Premier League, Minggu (31/3/2019) malam WIB, tuan rumah unggul terlebih dahulu melalui Victor Camarasa. Namun, Chelsea mampu menyamakan kedudukan melalui Cesar Azpilicueta di menit 84. Bahkan tim tamu sukses membalikkan keadaan melalui gol Ruben Loftus-Cheek.

Meski demikian, gol penyama kedudukan Azpilicueta mendapat kritikan tajam dari kubu tuan rumah. Golnya dianggap kontroversial setelah dalam tayangan ulang terlihat jelas Azpilicueta berada dalam posisi offside sebelum menanduk umpan dari Marcos Alonso.

Tak pelak Warnock tampak beberapa kali gagal menahan emosi di pinggir lapangan. Ia bahkan menyebut wasit Craig Pawson gagal memimpin pertandingan dengan baik dan juga menyayangkan belum digunakannya VAR di Premier League.

“Bukan kesalahan kami jika wasit tak bisa melihat [gol Azpilicueta] itu, itu adalah offside paling jelas yang pernah saya lihat atau penalti paling jelas yang pernah saya lihat. Ini adalah liga terbaik di dunia tapi dengan wasit terburuk di dunia. Mereka tak mengerti artinya. Mereka tak seharusnya melakukan kesalahan di level ini,” keluh Warnock kesal.

Lebih lanjut Warnock mengatakan kualitas wasit di laga tersebut benar-benar merugikan timnya. Meski demikian Warnock tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya dan memuji apa yang telah ditunjukan para punggawa Cardiff.

“Saya sangat bangga dengan para pemain saya. Dikecewakan oleh perangkat pertandingan, mari gunakan VAR. Kami bekerja selama tiga pekan hanya untuk mempersiapkan pertandingan ini tapi kami dikecewakan oleh keputusan wasit. Tak ada keputusan penting yang menguntungkan kami,” ketus Warnock kepada Sky Sports.

Merasa dikerjai wasit dan menelan kekalahan melalui gol kontroversial Warnock berharap timnya bisa bangkit dan melupakan kekalahan kontra Chelsea. Namun dirinya tak bisa memastikan apakah timnya akan mampu bangkit dari keterpurukan.

“Saya kini tak bisa berkata-kata. Para pemain saya merasa seperti ditendang di gigi. Kami sudah sering dikecewakan. Saya tak berhak mendapat wasit seperti hari ini. Tak ada alasan untuk itu, ini adalah kriminal.

“Jika para pemain saya merasa seperti yang terlihat di ruang ganti, itu adalah akhir musim kami. Namun berapa kali kami bisa bangkit musim ini?,” ucap Warnock dengan nada geram.

Kekalahan itu sendiri membuat Cardiff Kian terperosok di zona degradasi. Tercatat mereka kini baru mengantongi 28 poin dan terjebak di posisi 18.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Ingin Boyong Pemain Ini, Barcelona Harus Bersaing dengan Empat Tim Elite

Vivagoal Liga InggrisRaksasa La Liga Spanyol, Barcelona dikabarkan tertarik untuk mendatangkan penyerang sayap Chelsea, Callum Hudson-Odoi. Hal ini membuat Barca turut bersaing bersama empat klub top Eropa lain yang sama-sama ingin mendaratkan Odoi.

Dikutip dari Daily Mail, Barcelona tak mau ketinggalan dalam memonitor perkembangan situasi Hudson-Odoi di Chelsea. Blaugrana dikabarkan siap meminang pemain 18 tahun tersebut pada bursa transfer musim panas nanti.

Barca siap bersaing dengan empat klub top Eropa yang lebih dulu mengungkapkan minatnya ke Hudson-Odoi seperti Bayern Munchen, Liverpool, Borussia Dortmund dan Manchester United. Dimana keempat Tim tersebut dipastikan akan memberikan penawaran selangit pada Odoi.

Dengan iming-iming uang besar dari klub elit Eropa itu, The Blues dipastikan akan kesulitan mempertahankan sang pemain demi kedalaman skuat mereka musim 2019/20 mendatang. Posisi Chelsea pun semakin sulit setelah mendapat sanksi larangan transfer dari FIFA.

Odoi sendiri memang tengah menikmati karier yang gemilang di musim debutnya bersama skuat senior Chelsea. Sejak dipromosikan oleh pelatih Maurizio Sarri ke tim utama The Blues, Odoi telah mencatatkan 24 penampilan dengan torehan enam gol dan enam assist di semua ajang kompetisi.

Berkat performa ciamiknya itu, Hudson-Odoi pun dipanggil untuk pertama kalinya masuk ke skuat senior Inggris. Dimana Odoi menjadi starter saat Inggris melawan Montenegro pada jeda internasional kemarin.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Terungkap! Kenapa Penampilan Chelsea Inkonsisten Musim Ini

VivagoalLiga Inggris – Mantan pemain Chelsea, Craig Burley mencoba menganalisa inkonsistensi penampilan mantan timnya. Ia menilai  The Blues memiliki banyak masalah yang mempengaruhi performa tim.

Sarri disebut sebagai biang keladi dari keterpurukan tim asal London tersebut. Selain sifatnya yang egois, filosofi permainannya yang dikenal dengan Sarri-ball disebut menjadi masalah utama. Banyak yang menyebut gaya permainan Chelsea kini terlalu monoton dan mudah ditebak lawan.

“Ada banyak masalah pada Chelsea saat ini dan itu tidak hanya terletak pada lini tengah mereka tetapi dinamika lini tengah memang bermain buruk sejak perjalanan di awal musim ini,” ungkap Burley.

Burley pun melihat permasalahan utama dalam permainan Chelsea saat ini terletak pada lini tengah tim. Selain itu, ada beberapa keputusan aneh Sarri yang menempatkan Kante tidak pada posisi terbaiknya dan rotasi pemain tengah yang tak masuk akal.

Ia pun menyebut Jorginho sebagai poin terlemah sekaligus terbaik dari permainan tim. Namun secara keseluruhan lini tengah Chelsea dinilainya bermasalah.

“Dinamika tim ini semuanya berjalan salah. Saya tidak paham kenapa Ruben Loftus-Cheek tidak menjadi pemain inti dan saya masih tidak memahami kenapa Jorginho bermain dan kenapa Kante tidak bermain lebih dalam, serta entah Kovacic atau Barkley lebih maju,” tambah Burley.

Burley menambahkan Sarri masih mungkin menyelamatkan karirnya di Chelsea. Menurutnya, andai Sarri ingin bertahan lebih lama di Stamford Bridge, ia harus bisa membawa Chelsea berprestasi setidaknya di Liga Eropa.

“Saya kira dia punya Liga Europa yang berpotensi menyelamatkan pekerjaannya di Chelsea. Dia bisa melakukan itu dengan menembus empat besar tetapi melihat performa mereka di liga saat ini, itu terlihat sulit meski tidak mustahil,” tandas dia.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS