Tag: The Blues

Cahill Angkat Suara Terkait Masa Depannya, Kemana?

VivagoalLiga Inggris – Pemain andalan Chelsea, Gary Cahill sangat yakin bertahan di Liga Primer Inggris ketika ia meninggalkan Chelsea di musim panas mendatang.

Cahill tetap menjadi kapten klub dan mengangkat trofi Liga Europa bersama Cesar Azpilicueta usai the Blues meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Arsenal dini hari tadi.

Seusai mengaku berselisih dengan manajer Maurizio Sarri, Cahill dipastikan angkat kaki ketika kontraknya habis di akhir Juni dan akan rehat sejenak sebelum memutuskan langkah berikutnya.

Kapten Chelsea ini tak diturunkan lawan Arsenal, juga berterima kasih kepada Azpilicueta karena mengundangnya untuk mengangkat trofi, seperti yang ia lakukan dengan John Terry pada 2017 ketika Chelsea menyabet Liga Primer.

[irp]

“Saya mempunyai respek besar untuk Apilicueta sebagai pemain dan orang biasa,” ungkap pemain timnas Inggris tersebut di Baku Olympique Stadium.

“Ia bermain cukup cedat di setiap permainan, jadi bagi saya ini tidaklah masalah. Ia jelas sangat menginginkan saya mengangkat trofi ini dan para pemain ingin saya mengangkat dengan dia, jadi ini menyenangkan dari sudut pandang itu,” imbuhnya.

Mengenai kemungkinan klub barunya, Cahill menambahkan: “Berikutnya saya liburan beberapa pekan dan kemudian akan kembali dan meluihat pilihan untuk saya.

“Dalam kesempatan ini, saya yakin saya mungkin bertahan di liga namun saya ingin menunggu dan melihat, mengambil keputusan di musim panas. Saya mempunyai banyak waktu untuk memikirkan tentang hal-hal dan semoga membuat keputusan yang tepat. Saya tidak sabar kembali main musim depan. Saya sangat menantikan itu.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Tak Diperpanjang Kontrak, Cahill Kirim Salam Perpisahan

Vivagoal Liga Inggris – Gary Cahill telah melewatkan laga terakhir bersama Chelsea. Kapten Tim Biru harus memberika salam perpisahan dari bangku cadangan.

The Blues memetik kemenangan 4-1 atas Arsenal di final Liga Europa. Olivier Giroud, Pedro Rodriguez, dan Eden Hazard menjadi penentu kemenangan The Blues atas The Gunners di Baku Olympic Stadium, Kamis (30/5/2019) dinihari WIB.

Gary Cahill akan meninggalkan TIm Biru ketika kontraknya habis akhir Juni 2019. Untuk itu, Chelsea kontra Arsenal kali ini merupakan laga terakhir untuknya mengenakan seragam tim London.

Tidak ada upaya dari pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, memberi kesempatan Gary Cahill untuk meberikan ucapan selamat tinggal dari lapangan hijau. Ia tak dimasukkan ke lapangan, bahkan di menit-menit akhir laga, padahal Th Blues sudah unggul 4-1.

[irp]

Hal tersebut yang disayangkan oleh eks pemain Chelsea dan Arsenal, Cesc Fabregas.

“Ia merupakan sosokpemain yang luar biasa untuk klub. Ini merupakan malam untuknya yang terakhir dan sedikit sentuhan untuk Gary Cahill, ketka laga menyisakan lima menit, masukkan dia, biarkan dia mengenakan ban kapten. Sebenarnya saya merindukan itu,” ungkap Fabregas di Daily Mail.

Sependapat dengan yang diungkapkan oleh eks pemain Chelsea, Eidur Gudjohnson.

“Saya tidak yakin apakah hal itu terlintas di benak Pelatih Chelsea, Sarri. Sebagai Manajer, dia terlalu fokus. Anda dikelilingi banyak orang, ketika pertandingan menyisakan lima menit, tujukkan respek yang pantas dia dapatkan,” tutur Gudjohnson.

Gary Cahill telah membela The Blues sejak musim 2011/2012. Sewindu bersamaChelsea, ada delapan gelar juara yang ditorehkan. Adapun gelar tersebut ialah gelar juara Liga Inggris, Liga Europa, dan Piala FA. Ada juga satu gelar Liga Champions dan Piala Liga Inggris.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Rumor: Hazard Boleh Pergi dari The Blues, Sarri ‘Jangan’

VivagoalLiga Inggris – Eks legenda sekaligus pemain belakang Chelsea, Frank Lebouef menilai klub tak boleh menghalangi kepergian Hazard ke Real Madrid, namun tak ada alasan berpisah dengan pelatih Sarri

Eks defender The Blues, Frank Lebouef menilai Eden Hazard harus meninggalkan Stamford Bridge, namun ia menyarankan para petinggi klub untuk mempertahankan servis manajer Maurizio Sarri.

Bursa transfer pemain masih menjadi perdebatan di Stamford Bridge menjelang musim panas yang penuh ketidakpastian. Banyak rumor transfer yang dihubungkan dengan Chelsea, mencuat kemungkinan klub London barat itu tidak akan melepas pemain di musim panas, mengingat mereka harus menjalani beberapa jendela transfer.

Akan tetapi Lebouef, percaya tidak ada gunanya mempertahankan pemain Belgia tersebut bilamana bertentangan dengan keinginannya, sehingga lebih baik melepas Eden Hazard sebelum berstatus bebas agen.

“Eden Hazard mempunyai satu tahun, jadi ia harus pergi. Klub Chelsea harus berpikir secara finansial juga,” nasehatnya.

“Mereka (klub Chelsea) berhasil mempertahankan Hazard tahun lalu ketika hampir dipastikan ia ke Real Madrid, dan ia memiliki tahun yang sangat bagus.

[irp]

“Jadi bila Anda berusaha mempertahankannya, Eden Hazard akan tidak sebagus biasanya — karena ia tidak akan bahagia bertahan.

“Kami disini harus mendoakan yang terbaik untuknya disana, berterima kasih kepadanya dan harus menemukan pemain fastastis untuk menggantikan dirinya,” curhatnya.

Akan tetapi, Leboeuf percaya Chelsea akan membuat kesalahan jika terjadi perubahan di kursi pelatih, mengingat Sarri membawa tim ke final Piala Liga dan Liga Europa.

“Jika Maurizio Sarri memenangkan Liga Europa dan mereka lolos ke Liga Champions, ia harus bertahan. Anda harus menemukan stabilitas itu, seperti halnya pelatih Legenda MU, Sir Alex Ferguson dan Arsenal Wenger, untuk memenangi banyak trofi di Eropa,” lanjutnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Pemilik Derby County: Saya Yakin Lampard Akan Kembali ke Chelsea

Vivagoal Liga InggrisRumor dicoretnya pelatih Chelsea, Maurizio Sarri memang tak pernah berhenti. Ketidakpuasan publik Stamford Bridge membuat pelatih asal Italia itu disebut tak akan bertahan lama bersama The Blues. Alhasil eks pemain mereka Frank Lampard disebut akan menggantikan Sarri.

Sukses bersama Derby County, Chelsea beranggapan Lampard cocok untuk menukangi tim asal London itu.  Terlebih sebagai mantan pemain Lampard dinilai punya ikatan dan loyalitas terhadap Chelsea.

[irp]

Selain itu, pemilik Derby County, Mel Morris mengatakan Lampard sudah sepantasnya menukangi Chelsea. Meski tak menyebut kapan pastinya Lampard akan menukangi Chelsea, Morris beranggapan Lampard punya aura layaknya pelatih top.

“Dia telah membuat suasana yang bagus. Bukan karena dia tenar, tapi dia punya Aura layaknya pelatih-pelatih dengan nama besar,” kata Morris dilansir The Telegraph.

Morris pun yakin Lampard akan kembali ke Chelsea sebagai pelatih. Meski demikian ia menganggap Lampard masih miskin pengalaman untuk menjadi juru taktik The Blues.

[irp]

Karenanya ia tak ragu meminta Lampard untuk terlebih dahulu meraih sukses bersama Derby Conty untuk menambah jam terbangnya. Dengan demikian Morris menilai akan lebih mudah untuknya berperestasi bersama klub yang telah membesarkan namanya itu.

“Saya yakin Lampard pasti akan kembali ke Chelsea karena ia legenda disana. Semakin lama dia meraih sukses di luar Chelsea maka tugasnya nanti akan lebih mudah ketika menukangi The Blues, mengingat Chelsea selalu punya ekspektasi tinggi,” jelas Mel Morris.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Manchester City Bikin Fans Chelsea Geram, Kenapa?

Vivagoal Liga Inggris – Klub besar Manchester City bisa dibilang klub banyak musuh. Sekarang ini, fans The Blues menjadi fans terbaru yang membenci klub berjuluk The Citizens itu hanya karena sosok Frank Lampard. Kenapa, kok bisa?

Diberitakan dari laman Sportbible, The Citizen lewat akun Twitter-nya menuliskan cuitan yang mengisyaratkan bahwasannya Frank Lampard adalah legenda klub sebelah Manchester United.

Dalam kesempatan ini, admin pun sekaligus mengunggah foto Lampard untuk menandai peringatan empat tahun usai Frank Lampard memutuskan mengakhiri kariernya di Liga Primer Inggris.

Tiba-tiba hal ini, mengundang amarah fans Chelsea yang beramai-ramai membalas cuitan tersebut dengan beragam komentar. Banyak dari fans mereka bahkan memiliki jempol ekstra ‘pedas’ dan seolah tak menerima legendanya diklaim klub lain.

[irp]

Dan saat itu, bahkan menyebut bahwa Manchester City memiliki standar rendah untuk memberi gelar legenda kepada pemain, yang bahkan hanya bermain selama semusim bagi mereka. Berbeda dengan Chelsea, yang sudah 13 tahun dibela pria berusia 40 tahun itu.

Frank Lampard memang pernah sempat membela The Citizens pada musim 2014/15 sebagai pemain pinjaman setelah memutuskan hengkang dari The Blues. Keinginan untuk tidak menghadapi The Blues dengan pindah ke Amerika pun tidak bisa dia hindari.

[irp]

Oleh karena itu, Lampard malah pindah ke klub Major League Soccer (MLS) yang merupakan salah satu ‘saudara’ segrup The Citizens, yakni New York City FC.

Akan tetapi, terlepas dari ‘pengakuan’ legenda oleh The Citizens, sosok Frank Lampard memang legenda hidup sepak bola Inggris dengan rekor gelandang tersubur sepanjang sejarah liga Ratu Elizabeth tersebut. Saat ini, ia tengah menjajaki karir sebagai manajer di klub Derby County.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Bertahan di Chelsea, Willy Cabalero Punya Peran Baru

Vivagoal Liga Inggris – Kiper Chelsea, Willy Cabalero baru saja memperpanjang kontraknya hingga musim mendatang bersama klub asal London, Chelsea.  Akan menjalani musim baru bersama The Blues, Willy sapaan akrab sang kiper menyebut akan mendapat peran baru dalam tim.

Willy mengonfirmasi dirinya akan tetap bersama Chelsea musim mendatang. Pemain yang telah mengemas 22 penampilan itu nampaknya akan tetap menjadi kiper pelapis di musim mendatang. Namun, manajemen memberikan peran yang sedikit berbeda untuk Willy.

[irp]

Dilansir dari laman resmi klub, Willy akan tetap jadi kiper kedua menemani Kepa Azirbalaga yang mengisi pos kiper utama. Meski demikian, Willy tetap berperan untuk membangun situasi yang baik saat latihan dan mendukung Kepa berada di form terbaiknya.

“Saya mencoba untuk membantu Kepa meraih form terbaiknya setia pekan. Dimana saya melakukan yang terbaik untuknya. Namun, saya juga harus meningkatkan performa diri saya sendiri, in case Kepa harus absen,”jelas Willy dilansir laman resmi klub.

[irp]

Meski demikian, Willy tak sepenuhnya puas berada di balik bayang-bayang Kepa. Ia mengungkap tetap akan menunjukan performa terbaiknya untuk bisa menjadi kiper utama di Chelsea.

“Saya pun ingin bermain dan tak ingin selalu duduk di bench. Tapi Anda tahu, EPL agak sedikit complicated.  Dimana Anda harus selalu berada di level terbaik dan harus selalu siap untuk setiap pertandingan,” tutup Willy.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Begini Perjuangan Fans Chelsea Untuk Hadiri Final Liga Eropa

Vivagoal Liga InggrisFinal Liga Eropa akan mempertemukan Chelsea dan Arsenal akan dimainkan di Olympic Stadium Baku, Azerbaijan, Kamis (30/5/2019) depan. Perjalanan gila pun harus dilakukan oleh fans kedua tim yang berasal dari London.

Selain jarak yang jauh, fans kedua tim disulitkan dengan biaya penerbangan yang mahal. Andai nekat, maka perjalanan berat harus mereka tempuh untuk bisa sampai di sana seperti yang dilakukan bapak dan anak fans Chelsea  Kevin Cobb dan Jake Ralph.

[irp]

Dikutip Daily Mail, Kevin dan Jake mengawali perjalanannya dari Bandara Stansted di London, pada Selasa (21/5/2019) waktu setempat, dengan mengambil penerbangan terakhir menuju Istanbul. Mereka tiba di Turki sehari kemudian. Keduanya lantas melanjutkan perjalanan ke Ankara menggunakan pesawat yang menempuh waktu satu jam.

Setibanya di Ankara, tibalah perjalanan paling berat keduanya. Kevin dan Jake harus melakukan perjalanan darat dengan kereta selama 24 jam. Keduanya menaiki Dogu Ekspresi dari Ankara menuju Kars dengan jarak sekitar 1.310 kilometer pada Kamis (23/5/2019) ini.

Setelah sehari penuh berada di kereta, Kevin dan Jake akan  tiba di Kars pada Jumat (24/5/2019). Setibanya di perbatasan Georgia itu, keduanya masih harus menyebrang ke Tbilisi dengan menggunakan taksi.

[irp]

Setibanya di Georgia, keduanya rencananya akan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Baku dengan menggunakan kereta pada Minggu (26/5/2019). Merekapun dijadwalkan tiba di kota tuan rumah final Liga Europa pada Senin (27/5/2019) atau dua hari sebelum laga Chelsea vs Arsenal berlangsung.

Perjalanan berat yang mereka lakukan tidak lain untuk memangkas biaya perjalanan. Pihak Chelsea sendiri memasang tarif setiap orang sekitar 1.000 poundsterling atau sekitar Rp 18,2 juta belum termasuk tiket untuk menghadiri laga final di Baku.

“Jadi daripada membayar 1.000 pound sterling lewat agen perjalanan, kami memutuskan untuk melakukannya secara mandiri dan memulai perjalanan kami yang sedikit gila. Kami telah menghemat banyak dengan cara ini,” jelas Jake.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Sarri Menyerah Latih Chelsea?

Vivagoal Liga Inggris – Maurizio Sarri sejatinya tak perlu mengkhawatirkan masa depannya di Chelsea jika melihat capaiannya musim ini. Meski demikian, sang pelatih sendiri yang justru tak terlalu yakin akan tetap bertahan musim depan.

Musim ini berjalan naik turun bagi Chelsea dengan serangkaian torehan apik di awal lalu mengalami keterpurukan mendekati penghujung musim. Meskipun demikian, klub berjuluk The Blues tersebut masih mampu finis di peringkat tiga Premier League.

Sarri berhasil memenuhi target klub dengan membawa kembali tim berlaga di Liga Champions musim depan. Tidak hanya itu saja, ia juga berhasil membawa Chelsea ke final Liga Europa serta menjadi runner-up Carabao Cup.

[irp]

 

Namun suara sumbang terkait masa depannya tak lantas reda. Mantan pelatih Napoli itu santer dikabarkan akan angkat kaki pada musim panas ini.

Alasan terbesar adalah ketidak harmonisan hubungan Sarri dengan para fans Chelsea. Mereka melihat jika pelatih asal Italia itu mengusung filosofi permainan yang merugikan tim untuk kedepannya.

Saat ditanya oleh Daily Mail apakah dirinya akan bertahan di Chelsea, Sarri dengan kurang yakin menjawab: “Saya pikir iya, tapi saya tidak begitu yakin,”.

[irp]

“Saya hanya bisa mengatakan bahwa klub meminta saya untuk kembali ke Liga Champions, dan kami telah mencapai target,” lanjutnya.

Lebih lanjut Sarri mengatakan jika dirinya sudah jatuh cinta dengan kompetisi di Inggris. Ia menyebut di sana adalah liga dengan kualitas permainan terbaik di dunia

“Seperti yang telah anda ketahui, saya mencintai sepak bola Inggris. Saya mencintai Premier League; ini fantastis dan levelnya terbaik di dunia, saya pikir begitu,” tambahnya.

“Atmosfer di stadion sangat luar biasa. Saya sangat ingin bertahan di sini. Musim berjalan sangat berat bagi kami. Tapi saya pikir pada akhirnya kami senang karena kami mengalami masalah tiga bulan lalu, tapi mampu bereaksi dengan baik,” tandasnya.

[irp]

Misi terakhir Sarri musim ini tentu saja menghadirkan trofi juara bagi Chelsea. Kans terbuka lebar andai mereka mampu mengalahkan Arsenal di laga final Liga Europa akhir Mei nanti.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Sejarah! Inggris Dominasi Final Kejuaraan Antar Klub Eropa

VivagoalLiga Inggris – Sejarah tercipta pada ajang kompetisi antar klub Eropa musim ini. Untuk kali pertama, empat finalis di turnamen Liga Champions dan Liga Europa (dahulu Piala UEFA) berasal dari satu negara, Inggris.

Sebelum dominasi tim Inggris ini, sejarah mencatat, sebuah negara paling banyak hanya bisa mengirimkan tiga wakilnya ke final dua ajang itu. Negara yang dimaksud adalah Spanyol. Pada musim 2013/2014 hingga 2015/2016, Negeri Matador itu selalu mampu mengirim tiga wakilnya ke final dua kompetisi antarklub Eropa tersebut.

Komposisinya pun sama, Real Madrid dan Atletico Madrid bersua di final Liga Champions, sementara Sevilla mengunci satu tempat di partai final Liga Europa.

 

[irp]

Yang menariknya disini, kisah dominasi tim asal Inggris di pentas antarklub Eropa musim ini diwarnai aksi comeback yang sensasional. Hanya Arsenal di Liga Europa yang melenggang mulus ke partai final usai menang 3-1 di leg pertama dan 4-2 di leg kedua kontra Valencia.

Sementara itu, Liverpool dan Tottenham melaju ke final Liga Champions setelah menggelorakan semangat Remontada atau aksi kembali setelah sempat tertinggal atas Barcelona dan Ajax Amsterdam. Di sisi lain, Chelsea bisa sampai ke final setelah berjuang hingga babak adu penalti.

Chelsea menjadi tim terakhir sekaligus jadi penentu dominasi Inggris di Eropa musim ini. Tim besutan Maurizio Sarri itu harus bersusah payah dulu untuk bisa melewati hadangan wakil asal Jerman, Eintracht Frankfurt.

[irp]

Setelah bermain imbang agregat 2-2 hingga 120 menit, Chelsea baru bisa menuntaskan misinya setelah melalui adu tos-tosan. Kepa Arrizabalaga jadi pahlawan setelah menahan dua penendang Frankfurt, Martin Hinteregger dan Goncalo Paciencia.

Dominasi tim Inggris di kancah Eropa ini sekaligus mematahkan dominasi Spanyol meraih trofi yang sudah berlangsung selama 6 musim terakhir. Sejak 2013 silam, trofi Liga Champions dan Liga Europa hampir selalu bisa dibawa pulang ke negeri Matador.

Hanya Manchester United yang sekali bisa mematahkan dominasi itu, yakni pada final Liga Europa musim 2016/2017.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Dikritik Fans Chelsea, Ini Reaksi Sarri

Vivagoal Liga InggrisMeski menang di laga kontra Cardiff, manajer Chelsea, Maurizio Sarri terus dikritik fans mereka. Meski demikian, Sarri  tak ambil pusing. Untuk meredamnya Sarri akan membuktikan diri dengan menargetkan hasil maksimal di akhir musim nanti.

Di laga itu, mereka  harus susah payah meraih kemenangan di markas Cardiff City. Dalam kemenangan 1-2 itu mereka bahkan harus dibantu wasit untuk menang, dimana sang pengadil mengesahkan gol Azpilicueta yang terjebak dalam posisi offside.

Tak puas dengan permainan Eden Hazard dkk di laga kontra Cardiff, para pendukung Chelsea yang hadir di Cardiff Stadium kembali menyuarakan cibiran mereka. Sayup-sayup kerap terdengar mereka berteriak ‘F*ck Sarriball’ berkali-kali selama pertandingan.

Atas aksi tersebut, Sarri sendiri mengaku tak terlalu mempermasalahkannya. Ia mengatakan  hal itu sudah biasa ia rasakan selama menjadi pelatih. Ia juga bersiap mengubah opini mereka terkait filosofi permainannya.

[irp]

“Saya sudah berada di lapangan selama 45 tahun terakhir jadi saya sangat paham reaksi fans. Saya sangat memahami itu karena saya juga kecewa terhadap para pemain namun mereka terus berjuang. Mungkin ada baiknya menunggu sampai akhir pertandingan [sebelum mereka mengkritik], jadi bagi saya ini bukan masalah besar,” kata Sarri dikutip dari Chelseafc.com.

“Pada beberapa periode terakhir, sayangnya saya sudah terbiasa dengan ini [kritik fans selama pertandingan] dan saya harus bekerja keras untuk mengubah opini di kepala mereka,” sambung Sarri.

Lebih lanjut, Sarri akan mengubah opini para fans yang mengkritik skema permainannya. Menurutnya ia akan terus memberi kemenangan demi kemenangan untuk para fans di sisa laga yang ada.

“Cara untuk melakukan itu [mendapatkan dukungan fans] adalah dengan terus memenangkan pertandingan. Tentu saja kami harus berkembang dan bermain lebih baik tetapi terkadang dalam semusim anda harus memenangkan pertandingan seperti ini [dengan keberuntungan],” tandas eks pelatih Napoli tersebut.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS