Tag: UEFA Champions League

Madrid dan Liverpool Terancam Tanpa Gelar di Liga Champions 2019/20

Vivagoal Liga ChampionsSejarah mencatat belum pernah ada klub yang bisa keluar sebagai juara Liga Champions setelah kalah di laga pertamanya. Dengan fakta itu, Real Madrid dan Liverpool kemungkinan bakal kesulitan untuk meraih Si Kuping Besar 2019/20 ini. 

Matchday pertama Liga Champions sudah berakhir pada Kamis (19/9/2019) dini hari tadi. 18 laga selesai digelar dengan menghasilkan banyak kejutan. Termasuk tumbangnya Liverpool 0-2 dari Napoli  dan El Real dibantai PSG  tiga gol tanpa balas.

Kekalahan di laga pertama memang belum mempengaruhi apapun buat keduanya yang menjadi favorit juara. Mengingat fase grup ini masih menyisakan lima pertandingan lain. 

Namun, Liga Champions punya sejarah kelam buat semua tim yang langsung kalah di laga perdana. Sejak kompetisi antarklub Eropa ini berubah format pada tahun 1992 silam, belum satupun klub yang kalah di laga pertama bisa keluar sebagai juara turnamen.

Dilansir dari AS, Madrid dan AC Milan memang pernah jadi juara usai menelan kekalahan di laga perdana. Namun itu terjadi saat format UCL masih dalam bentuk Piala Champions, tepatnya saat Madrid sukses melakukannya pada tahun 1966 dan AC Milan tahun 1969.

Dalam sejarah Liga Champions, hanya ada tiga klub yang bisa melaju ke final usai kalah di laga perdana. Ialah Barcelona pada musim 1993/1994, dan Tottenham Hotspurs pada musim lalu dan keduanya tetap tak berhasil keluar sebagai kampiun.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Zidane Akui Madrid Kalah Segalanya dari PSG

Vivagoal Liga ChampionsReal Madrid tumbang dengan tiga gol dari Paris Saint-Germain. Pelatih El Real, Zinedine Zidane mengakui tim besutannya tampil kurang maksimal  di Parc des Princes.

Menjalani pertandingan perdana di Liga Champions, Madrid kesulitan mengembangkan permainan. Pressing ketat PSG ditambah kombinasi passing akurat dan ketenangan mengontrol permainan membuat Madrid begitu sulit keluar dari tekanan tim tuan rumah.

Madrid bahkan kalah dari penguasaan bola dengan 47% berbanding 53% milik PSG. Karim Benzema dkk memang bisa melepaskan 10 tembakan, namun tidak satupun yang mengarah ke gawang. Sementara PSG  yang punya sembilan percobaan,  lima diantaranya tepat sasaran dan tiga lainnya berbuah gol.

Kekalahan ini membuat Madrid harus puas berada di posisi juru kunci klasemen di bawah Club Brugge dan Galatasaray. Sedangkan Les Parisiens kokoh di puncak klasemen dengan poin sempurna.

Zidane mengaku penampilan para pemainnya yang kurang greget membuat PSG dengan mudah mengontrol jalannya pertandingan. Menurutnya, Madrid bermain tanpa intensitas dan kerap terburu-buru dalam membangun serangan.

“Kami tidak punya level intensitas yang memadai di laga ini. Kami kalah di banyak duel satu lawan satu dan itu buat segalanya jadi rumit. PSG adalah tim yang bagus dan mereka bisa menciptakan banyak peluang.

Lebih lanjut, pelatih asal Prancis tersebut khawatir anak asuhnya tak bisa kompetitif di level teringgi Eropa. Pasalanya skuat Madrid kalah segalanya di laga dini hari tadi.

“Saya akui kekalahan ini. Saya cukup khawatir jika tim saya tidak bisa tampil di level tertinggi tuk kompetisi ini. Kalau tidak bermain dengan intensitas tinggi, bekerja keras dan bisa memenangi duel, melawan rival seperti PSG di grup, bisa saja kami inferior atas mereka dalam semua hal,” ulas Zidane dilansir dari situs resmi UEFA.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Juventus Gagal Menang di Wanda Metroplitano

Vivagoal Liga ChampionsJuventus harus puas dengan hasil imbang kala menantang Atletico Madrid di penyisihan Grup D Liga Champions 2019/20. Sempat unggul dua gol, Los Colchoneros berhasil menyamakan kedudukan menjadi sama kuat 2-2.

Bertanding di Wanda Metropolitano, Kamis (19/9/2019) dinihari WIB, Atletico sempat keteteran di menit-menit awal pertandingan. Juve yang bermain dengan umpan-umpan pendek mampu menguasai jalannya pertandingan. 

Kendati begitu, Atletico juga beberapa kali bisa mengancam gawang Juve lewat serangan balik cepat di menit ke-9. Joao Felix nyaris membobol gawang Bianconeri usai mencuri bola dari Matthijs De Ligt di tengah lapangan. Sayang, bola sepakannya masih bisa ditepis oleh Wojciech Szczesny.

Juve balas menyerang pada menit ke-21 melalui Cristiano Ronaldo. Bergerak dari sisi kiri pertahanan Atletico, Ronaldo yang melakukan cut-in langsung melepaskan tembakan keras, tapi bola masih tepat di pelukan Jan Oblak.

Memasuki babak kedua, Juve sukses membuka keunggulan 1-0 saat laga baru berjalan tiga menit. Tembakan melengkung Juan Cuadrado memanfaatkan umpan dari Gonzalo Higuain sukses merobek gawang Oblak.

 Juve kembali bisa memperbesar keunggulan jadi 2-0 setelah sundulan Blaise Matuidi yang memanfaatkan crossing Alex Sandro gagal dihalau oleh Oblak.

Ketinggalan dua gol, Atletico merespon. Berawal dari tendangan bebas Jose Gimenez pada menit ke-70, Stevan Savic yang berdiri bebas di tengah kotak penalti mampu menggetarkan jala Juve dan memperkecil kedudukan jadi 2-1.

Upaya keras Los Colchoneros untuk menyamakan kedudukan akhirnya berbuah hasil pada menit ke-90. Umpan Kieran Trippier dari sepak pojok berhasil ditanduk Hector Herrera dan berbuah gol. Skor 2-2 pun bertahan hingga laga usai.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Diwarnai Kontroversi VAR, PSG Hancurkan Madrid

Vivagoal Liga ChampionsParis Saint-Germain memetik kemenangan meyakinkan dalam laga perdana mereka di Liga Champions 2019/20 saat menjamu Real Madrid. Les Parisiens menang telak tiga gol tanpa balas.

Bermain di Parc des Princes, Kamis (19/9/2019) dinihari WIB, PSG mengontrol pertandingan sedari menit awal. Memasuki menit ke-14 PSG memimpin 1-0 setelah Juan Bernat yang melakukan umpan satu dua dengan Mauro Icardi lalu melepaskan umpan silang dan disambar Angel Di Maria. 

Madrid coba membalas mengancam gawang PSG yang dikawal oleh Keylor Navas. Namun, sepakan Eden Hazard usai menerima umpan dari Karim Benzema masih melenceng di samping kanan gawang.

Alih-alih mengejar ketertinggalan, Madrid malah kembali kebobolan pada menit ke-33. Idrissa Gueye yang merangsek dari sisi kanan pertahanan Madrid mengirim bola ke Angel Di Maria yang tak terkawal di area kotak penalti. Pemain asal Argentina itu pun leluasa melepaskan tembakan keras ke pojok kanan bawah gawang.

Madrid sejatinya sempat memperkecil ketertinggalan jadi 1-2 setelah Gareth Bale mencetak gol di menit ke-34. Tapi berdasarkan tayangan VAR, gol tersebut dianulir karena Bale lebih dulu melakukan handball. Hingga jeda turun minum, keunggulan 2-0 tuk PSG tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, Madrid yang mencari gol balasan kembali berhasil mencetak gol pada menit ke-77. Sayang, gol yang dibuat oleh Benzema kembali harus dianulir karena VAR kembali menunjukkan Lucas Vazquez sudah berdiri dalam posisi offside sebelum mengirim umpan ke Benzema.

Di masa injury time, PSG akhirnya bisa mengunci kemenangan jadi 3-0. Berawal dari serangan balik cepat, Thomas Meunier yang menerima umpan terobosan Di Maria mengirim bola ke Juan Bernat dan dengan sukses mengecoh Courtois sebelum Meunier mencocor bola masuk ke gawang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Hanya Dapat Hasil Imbang, Conte Pasang Badan

Vivagoal Liga Champions –  Inter Milan hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu Slavia Praha pada matchday pertama Grup F Liga Champions 2019/20, Selasa (17/9/2019) malam kemarin. Tim tamu bahkan unggul terlebih dulu pada menit ke-63 lewat gol Peter Olayinka.

Allenatore Inter Milan, Antonio Conte pun tanpa ragu mengatakan anak asuhnya kehilangan karakter pada laga di Stadio Giuseppe Meazza tersebut. Menurutnya meski telah berjuang,  punggawa Inter gagal memberikan jawaban atas tantangan yang dilakukan oleh tim tamu.

“saya tidak puas dengan kinerja tim. Kami tidak melakukannya dengan baik untuk menemukan solusi. Di pertandingan lain, kami berhadapan dengan lawan yang bertahan dan menunggu kami, sedangkan Slavia menyerang kami.

Baca Juga: Ditantang Juventus Lagi, Begini Reaksi Gelandang Atletico

“Kami seharusnya bisa melakukan jauh lebih baik dari ini, ini bukan jenis sepakbola yang kami latih untuk dimainkan. Kita juga harus meningkatkan dalam hal karakter,” ucap Conte kepada Sky Sport Italia.

Baca Juga: Kalahkan Liverpool, Napoli Diminta Tak Ulangi Catatan Musim Lalu

Dalam laga tersebut sang pelatih mengakui Inter kalah dalam hal intensitas, tekad, dan kecepatan. Karenanya ia tak ragu untuk pasang padan atas kegagalannya tersebut. 

“Saya harus menjadi orang pertama yang bertanggung jawab di sini, karena ternyata tidak ada respon yang saya inginkan dalam susunan pemain awal saya atau dalam menjelaskan jenis pertandingan yang sedang kami jalani,” katanya.

Sebenarnya wajar bila Conte kecewa dengan hasil ini. Pasalnya Inter seharusnya bisa mendulang tiga poin dari  Slavia Praha setelah berada di grup neraka bersama Dortmund dan Barcelona.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Usai Kalahkan Liverpool, Ancelotti Minta Klopp Tenang

Vivagoal Liga ChampionsLiverpool menelan kekalahan  2-0 atas Napoli pada matchday pertama Liga Champions 2019/20, Rabu (18/9/2019) dini hari tadi. Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti pun  meminta Jurgen Klopp tetap tenang menghadapi kenyataan pahit tersebut.

Pada pertandingan itu, The Reds  harus takluk lewat gol Diers Mertens dan Fernando Llorente. Hasil tersebut tentu bukan pertanda baik bagi Liverpool yang menyandang juara bertahan dan harus menerima kekalahan perdana mereka musim ini di San Paolo.

Namun demikian Ancelotti menyikapi kekalahan Liverpool tersebut dengan cara yang berbeda. Menurutnya kekalahan ini mungkin menjadi pertanda yang bagus untuk Liverpool.

“Saya berkata pada Klopp untuk tidak khawatir, karena jika ia kalah di sini, ia bisa saja lolos dan memenangkan Liga Champions, Saya meyakinkan dia!” kata Ancelotti dikutip dari Sky Sports Italia.

Di sisi lain, Ancelotti  puas dengan kinerja anak asuhnya yang terus menjaga semangat juang sepanjang pertandingan. Ia menyebut Napoli terpaksa melepas karakter permainannya demi membuat malu LIiverpool di kandanganya. 

“Ini tentang menjaga identitas Anda dan juga mampu melakukan segalanya untuk meraih kemenangan. Saya menyukai kualitas kami, tetapi juga bagaimana kami bermain ‘jelek’ ketika kami membutuhkannya.

“Para pemain lelah dan gol pertama kami dari bola panjang, yang bukan pendekatan yang biasa kami lakukan, tetapi terkadang bukan hal yang hina untuk melakukan itu. Tim ini harus tahu bagaimana melakukan semuanya,” katanya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Pecahkan Rekor Liga Champions, Wonderkid Salzburg Bakal Jadi Aset Panas

Vivagoal Liga ChampionsErling Haland mendadak ramai diperbincangkan usai membawa Red Bull Salzburg menang 6-2 atas KRC Genk di matchday pertama grup E Liga Champions 2019/20. Spesialnya tirgolnya itu dicetak saat ia berusia 19 tahun 58 hari.

Pencapaiannya ini membuat Haland secara otomatis jadi pemain termuda ketiga yang bisa mengemas hattrick di ajang Liga Champions. Pemain kelahiran Leeds itu hanya kalah dari Raul Gonzalez yang mencetak trigol di usia 18 tahun 113 hari dan Wayne Rooney yang melakukannya di usia 18 tahun 340 hari.

Haland sendiri mulai banyak dikenal publik saat membela Norwegia di turnamen Piala Dunia U-20 2019. Di momen itu, Haland mampu keluar sebagai pencetak gol terbanyak dengan torehan sembilan gol.

Baca Juga: Klopp Kritik Kepemimpinan Wasit di Laga Liverpool Vs Napoli

Hebatnya lagi, Haland melakukan itu hanya dari tiga pertandingan. Jika dirata-ratakan, pemain bertinggi badan 194 sentimeter itu selalu bisa mencetak tiga gol per laganya. Adapun kesembilan golnya itu dibuat saat Norwegia membantai Hondurasi 12-0.

Setelah menunjukkan performa ciamik di Piala Dunia U-20, Haland kemudian direkrut RB Salzburg pada musim panas lalu dari klub Norwegia, Molde. Menariknya dari sembilan pertandingan yang telah dijalaninya di Liga Austria,Haland sudah mengoleksi 17 gol.

Oleh karenanya, jangan heran jika di masa mendatang Haland bakal jadi rebutan beberapa klub top Eropa. Daya ledak Haland diyakini bakal terus berlanjut mengingat usianya yang masih sangat muda.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Ditantang Juventus Lagi, Begini Reaksi Gelandang Atletico

Vivagoal Liga ChampionsDuel antara Atletico Madrid dan Juventus di fase grup Lig Champions akan tersaji di Wanda Metropolitano Kamis (19/9/2019) dini hari. Sempat dikalahkan Juve musim lalu, Los Colchoneros bakal mencoba bangkit. 

Ketika itu, skuat besutan Diego Simeone berhasil menang 2-0 di leg pertama berkat gol Jose Gimenez dan Diego Godin. Namun di leg kedua, Juve yang bermain di kandangnya, berhasil comeback dengan melibas Atletico tiga gol tanpa balas.

“Sejujurnya kekalahan itu memang susah dijelaskan. Kami memiliki hari yang buruk dan mereka bagus. Gol-gol juga terjadi di momen-momen khusus, di tengah babak pertama, di awal babak kedua dan di akhir laga,” ucap Koke, gelandang Atletico dilansir dari Marca.

Baca Juga: Faktor Ronaldo Jadi Penentu

Karenanya laga dini hari nanti bakal menjadi pertandingan balas dendam untuk skuat besutan Diego Simeone. Terlebih Atletico bakal ditemani pendukung setianya di pertandingan nanti. 

Namun demikian Koke enggan menjadikan pertandingan nanti untuk ajang balas dendam. Menurutnya Atletico hanya akan berjuang meraih kemenangan demi meloloskan diri ke fase gugur. 

“Tapi laga kali ini bukan untuk balas dendam. Setiap musim berbeda, dan apa yang penting tuk kami sekarang ini adalah mencoba lolos dari grup.

“Itu jadi target awal kami, dan mengalahkan Juventus adalah tujuan kami termasuk meraih kemenangan atas tim manapun di grup ini,” tega Koke.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Reaksi Ter Stegen Usai Tahan Gempuran Dortmund

Vivagoal Liga ChampionsBorussia Dortmund harus puas meraih satu poin saat menjamu Barcelona di laga perdana grup F Liga Champions, Kamis (18/9/2019) dini hari tadi. Bertanding di Signal Iduna Park, tuan rumah gagal mengonversi peluang untuk meraih poin penuh.

Meski tampil di depan ribuan pendukungnya, Die Borussen kalah dalam hal penguasaan bola. El Barca mendominasi dengan 59 persen ball position. Namun demikian, Dortmund unggul dalam jumlah tembakan yang sayangnya tak ada satupun yang berbuah gol.

Tim besutan Lucien Favre tercatat punya 13 tembakan dengan empat diantaranya yang mengarah ke gawang. Sementara Barca hanya bisa melepaskan tujuh tembakan dengan satu yang on target.

Baca Juga: Duel Dortmund Lawan Barcelona Berakhir Sama Kuat

Laga ini menjadi panggung buat kiper asal Jerman, Ter Stegen. Semua tembakan Dortmund yang mengarah ke gawang Barca mampu ia mentahkan dengan baik.

Berdasarkan catatan MisterChip, Ter Stegen sudah melakukan empat penyelamatan dalam lima kali berhadapan dengan tendangan 12 pas di Liga Champions. Dia sukses melewati capaian Iker Casillas, Gianluigi Buffon dan Joe Hart.

“Orang-orang tahu apa yang saya mampu. Saya hanya ingin berkonsentrasi sepenuhnya pada pekerjaan ini dan tampil 100% dari kemampuan saya. Hari ini saya berhasil menunjukkan itu,” ucap Ter Stegen dilansir dari situs resmi UEFA.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Prediksi PSG Vs Madrid: Duel Raksasa Eropa yang Pincang

Vivagoal Liga ChampionsParis Saint-Germain akan menjamu Real Madrid di Parc des Princes pada pertandingan pembuka Grup A Liga Champions 2019/20. Dalam pertandingan nanti kedua kesebelasan tidak akan diperkuat pemain andalannya.

PSG yang bertindak sebagai akan tampil tanpa Kylian Mbappe yang cedera dan Neymar Jr yang disanksi. Sementara itu Edinson Cavani sampai berita ini diturunkan masih diragukan tampil dari menit awal. 

Kondisi ini praktis membuat lini depan Les Parisiens  tinggal menyisakan Mauro Icardi sebagai ujung tombak. Kemungkinan besar Icardi bakal dipasang dari menit awal dibantu Pablo Sarabia di sisi kanan dan Angel Di Maria sebagai penyerang kiri.

Baca Juga: Ajax Tetap Kuat Meski Tanpa De Jong dan De Ligt

Dari si lain, El Real tengah dibuat pusing lantaran banyak pemain belakang mereka yang absen. Tercatat, Nacho Hernandez dan Sergio Ramos dipastikan absen karena hukuman kartu ditambah Marcelo yang mengalami cedera jelang laga ini.

Dengan kondisi sama-sama tidak bisa menurunkan kekuatan terbaiknya, mau tidak mau strategi kedua pelatih bakal sangat krusial dalam menentukan hasil akhir dari pertandingan ini.

Bila merujuk pada rekor  pertemuan kedua tim, Madrid sejatinya  masih unggul atas wakil Prancis itu dengan empat kemenangan berbanding dua milik PSG. Selain itu, Madrid sudah 14 kali menang dan hanya menderita 4 kekalahan dari 22 laga tandang terakhirnya di kompetisi Eropa.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS