Tag: English Premier League

Meski Cedera Salah Tak Serius, Choudhury Dapat Serangan Rasial

Vivagoal Liga Inggris – Penyerang Liverpool Mohamed Salah harus puas ditarik keluar saat Liverpool berhadapan dengan Leicester City. Dilanggar oleh Hamza Choudhury, Salah harus menepi lantaran cedera pada pergelangan kakinya.

Dilansir dari Omnisport, kondisi terbaru menyebut setelah melalui serangakain tes medis termasuk pemindaian, Salah dipastikan tidak mengalami cedera serius. Hasil pemeriksaan menunjukan kondisi pergelangan kaki Salah tidak seburuk yang dikhawatirkan.

Namun demikian, Salah dipastikan bakal absen dalam jeda internasional untuk membela Mesir. Dimana negaranya bakal bertanding melawan Botswana.

Baca Juga: Menilik Kemungkinan Solskjaer Dipecat

The Reds sendiri masih menunggu perkembangan kesembuhan bintang asal Mesir itu. Tim kepelatihan Liverpool memproyeksikan Salah untuk sembuh sebelum 20 Oktober dimana Liverpool bakal berhadapan dengan MU.

Di sisi lain, Choudhury yang melanggar salah hingga cedera mendapat serangan rasial di sosial media. Dimana sang pemain mendapat perlakuan diskriminatif.

Dilansir dari Goal hal tersebut diakui langsung oleh juru bicara Leicester. Menurutnya pihak klub terkkejut dengan serangan rasial tersebut. Karenanya dia bakal melaporkan pelanggaran rasial ini pada pihak berwenang.

“Kami terkejut dengan komentar-komentar ini. Klub sudah melaporkan hal ini pada pihak berwajib. Diskriminasi tak dapat tempat di sepakbola ataupun masyarakat.  Kami akan melakukan langkah serius bagi para pelanggar aksi rasial.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Menilik Kemungkinan Solskjaer Dipecat

Vivagoal Liga InggrisManchester United kembali meraih hasil minor saat berkunjung ke St James Park markas Newcastle United, Minggu (6/10/2019). Pada laga pekan kedelapan Premier League 2019/20 tersebut, Setan Merah pulang dengan kekalahan tipis 1-0.

Kekalahan tersebut tentu menjadi sorotan. Pasalnya MU kini terperosok ke peringkat 12 klasemen sementara dengan hanya meraih sembilan poin saja. Gagal menang di lima laga terakhirnya, tagar Ole Out pun menggema. 

Dikutip dari The Sun, pemecatan Ole Gunnar Solskjaer memang mungkin terjadi. Bahkan, publik Manchester mulai mencoba mencari suksesor Ole.

Eks pemain Manchester United, Paul Parker melihat terpuruknya performa tim bukan hanya kesalahan Ole seorang. Ia melihat banyak pihak di balik layar yang membuat klub kehilangan jati diri.

Baca Juga: City Kalah 0-2, Pep: Premier League Belum Selesai!

“Semua orang berusaha menunjuk dan menyalahkan Ole tetapi Anda harus mengingat bahwa dia berusaha mengelola den melatih klub sepak bola profesional di Premier League.

“Namun, dia tidak mendapatkan kesempatan untuk melakukan pekerjaannya dengan benar karena ada orang-orang yang melarangnya mengejar dan mendatangkan pemain-pemain yang dia inginkan untuk menjaga peluang terbaiknya,” buka Parker kepada talkSPORT.

Parker menegaskan Ole tak ubahnya seorang korban dibalik kepentingan bisnis Setan Merah. Baginya pelatih asal Norwegia itu tak pantas untuk menjadi kambing hitam.

“Anda bekerja di Premier League untuk Manchester United dan Anda tidak menunjukkan tanda-tanda yang ingin dilihat orang tentang usaha untuk juara maka tiba-tiba segala tudingan negatif akan mengarah padanya dan itulah yang sedang terjadi saat ini.

“Anda tidak perlu jadi ilmuwan atau mantan pemain untuk bisa memahami masalah MU yang sebenarnya. Mereka bukanlah MUFC lagi, sebab saat ini hanya merek  dagang lebih penting,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Klopp Tak Percaya Liverpool Bisa Kalahkan Leicester City

Vivagoal Liga Inggris Liverpool kembali melanjutkan laju apiknya di Liga Inggris musim 2019/20. Pelatih Jurgen Klopp pun memuji anak asuhnya usai mengandaskan Leicester City 2-1.

Pada laga tersebut, James Milner menjadi pahlawan bagi Liverpool. Dia mencetak gol kemenangan dari titik putih pada menit ke-94 saat pertanding hampir saja berakhir 1-1.

Usai pertandingan Klopp mengaku anak asuhnya sempat kedodoran setelah 60 menit. Menurutnya faktor kebugaran jadi permasalahan The Reds dan membuat mereka baru bisa meraih kemenangan di menit akhir.

“Dengan padatnya jadwal, kami memulai laga dengan baik. Kami membuat mereka berada di dalam tekanan.

“Tapi masalahnya, kita hanya bisa mencetak satu gol di 60 menit pertama. Dimana Leicester bisa melihat celah ketika kita kehabisan tenaga karena Rabu lalu kita bermain dengan lawan yang tangguh,” jelas Klopp.

Baca Juga: Cedera Parah, Kapten Tottenham Dilarikan ke Rumah Sakit

Lebih lanjut, pelatih asal Jerman tersebut sejatinya tak menyangka Liverpool bisa memenangi duel kontra Leicester City. Menurunnya tempo permainan saat skor 1-1 malah membuatnya pesimis bisa meraih kemenangan.

“Meski tempo menurun tapi untungnya kami bisa mengontrol jalannya pertandingan. Saya sempat tak yakin bisa memenangi duel ini tapi saya juga percaya kita tak akan kalah,” tambah Klopp.

Meski lini pertahanan Liverpool disorot dalam pertandingan ini namun Klopp merasa sebaliknya. Baginya para palang pintu Liverpool mampu bermain sangat apik.

“Saya harus jujur, saya sudah melihat banyak pertandingan tapi saya tak pernah melihat tim lain mematikan pergerakan Jamie Vardie sebaik kami hari ini,” tutup Klopp.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Sedikit Lagi! MU Cetak Rekor Tandang Terburuk

Vivagoal Liga InggrisPerforma Manchester United musim ini terus menjadi sorotan. Terbaru mereka hanya mampu bermain imbang AZ Alkmaar di Liga Eropa pada Kamis (3/10/2019) malam.

Menurut Opta hasil tersebut hanya berjarak satu laga dari kegagalan terbanyak mereka meraih kemenangan di laga tandang dalam sejarah klub. Terakhir kali mereka mencatatkan sebelas laga tanda tanpa kemenangan berturut-turut adalah pada musim 1989 silam.

“Manchester United telah gagal meraih kemenangan di sepuluh laga tandang terakhir mereka di semua kompetisi. Catatan terburuk mereka sejauh ini terjadi pada Februari dan September 1989 (11 laga tanpa kemenangan). Mengkhawatirkan,” tulis Opta di akun twitternya.

Baca Juga: Liverpool Tak Ingin Sesumbar di Liga Champions

Kemenangan tandang terakhir MU sendiri ialah kala mereka membungkam Paris Saint-Germain 3-1 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2018/19, Maret lalu. 

Selain torehan minus tersebut, pada laga melawan AZ dini hari tadi, untuk pertama kalinya sepanjang berpartisipasi di Liga Eropa, kolektor gelar terbanyak juara liga Inggris ini menjalani laga tanpa shot on target.

Jika tak ingin terus mendapat kritik dan mengulang sejarah kelam, MU harus mengalahkan Newcastle United di St. James’ Park dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Minggu (6/10/2019) mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Liverpool Tak Ingin Sesumbar di Liga Champions

Vivagoal Liga InggrisGrup A dan F disebut sebagai grup neraka pada Liga Champions musim ini. Dalam dua grup itu bercokol tim-tim kuat seperti Borussia Dortmund, Barcelona, Inter Milan, Real Madrid, dan Paris Saint-Germain.

Sedang di grup E Liverpool diyakini hanya akan bersaing dengan Napoli untuk posisi satu dan dua di klasemen akhir. Diatas kertas, kedua tim  diprediksi bisa dengan mudah melenggang mulus ke fase 16 besar.

Akan tetapi, dari dua pertandingan yang sudah berlangsung, terjadi persaingan sengit diantara empat tim di Grup E. Napoli saat ini berada di puncak klasemen dengan raihan empat poin, sementara Liverpool dan Salzburg berada di urutan kedua dan ketiga dengan poin sama, tiga. 

Berkaca pada kondisi  ini, bek Liverpool, Andrew Robertson menyebut grup E ini bagai grup neraka. Dia meyakini langkah Liverpool tak akan mudah menembus 16 besar dan membutuhkan kerja keras. 

Baca Juga: Kans Besar Bayern Munchen Juarai Liga Champions

“Banyak orang mengatakan bahwa grup E ini grup mudah. Tetapi yang seperti Anda lihat sendiri, tidak demikian. Kami melihatnya masih sama seperti musim lalu.

“Salzburg adalah tim top, musim lalu mereka melangkah jauh di Liga Eropa. Sekarang mereka sudah mengambil langkah di Liga Champions, mereka sungguh tim yang sangat bagus,” Robertson menambahkan.

Tak hanya itu, Genk yang saat ini berstatus sebagai juru kunci turut diwaspadai Robertson. Menurutnya bertanding di Liga Champions tak akan mudah termasuk perlunya mewaspadai tim kuda hitam macam Genk. 

“Di sisi lain, Genk secara mengejutkan bisa menahan imbang Napoli di kandang. Itu suatu hal yang fantastis dimana kami sendiri begitu sulit jika bermain di sana. Memang, tidak ada yang benar-benar muda di Liga Champions, dan itu menuntut kami untuk bisa terus menampilkan permainan terbaik untuk bisa lolos,”  tutupnya. 

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Bertandang ke Belanda, MU Gagal Menang

Vivagoal Liga InggrisDuel Manchester United dan AZ Alkmaar berakhir imbang di pekan kedua grup L Liga Eropa. Bertanding di Car Jeans Stadium, Jumat (4/10/2019) dinihari WIB kedua tim gagal mencetak gol sepanjang laga. 

Menurut ESPN, AZ Alkmaar mampu melepaskan 12 tembakan dengan empat diantaranya tepat sasaran. Sementara itu, Setan Merah hanya bisa menciptakan enam percobaan tanpa ada satupun yang mengarah ke gawang.

Baca Juga: Tundukan APOEL, Sevilla Puncaki Grup A Liga Europa

AZ Alkmaar bahkan sempat membahayakan gawang MU di menit ke-15 ketika Oussama Idrissi melakukan aksi solo run dan sukses menembus pertahanan The Red Devils. Sayang, bola sepakannya masih bisa ditepis De Gea.

Lima menit berselang, giliran Greenwood yang punya kans mencetak gol usai menerima umpan David James. Tapi bola tendangannya dengan cepat diredam kiper AZ Alkmaar, Ron Vlaar.

Di babak kedua, meski MU terus mendominasi laga, mereka tak kunjung bisa mencetak gol. Hingga akhir laga, kedua kesebelasan harus puas berbagi angka.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Liverpool Menang Tipis Dalam Drama 7 Gol

Vivagoal Liga InggrisLiverpool yang menjamu Red Bull Salzburg di Anfield pada laga kedua grup E Liga Champions, Kamis (3/10/2019) dinihari WIB kerja keras untuk meraih tiga poin. Saling berbalas gol, Liverpool akhirnya menang 4-3.

Tuan rumah langsung menggebrak sejak menit awal. Sadio Mane membuka keunggulan pada menit ke-9. Memanfaatkan umpan pendek Roberto Firmino, Mane  merobek gawang Salzburg dengan sebuah sepakan jarak dekat.

Liverpool berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-25 lewat Andrew Robertson. Seperti proses gol mane, Robertson yang menyisir sisi kiri melakukan umpan satu dua dengan Trent Alexander Arnold yang kemudian diselesaikan Robertson dengan sebuah sontekan jarak dekat.

Liverpool memperlebar keunggulan jadi 3-0 pada menit ke-36 melalui Mohamed Salah. Tepisan tak sempurna kiper Salzburg, Cican Stankovic, mampu dimanfaatkan oleh Salah.

Tiga menit berselang, tim tamu  memperkecil ketertinggalan jadi 1-3. Hwang Hee-chan yang mendapat bola berhasil mengecoh Virgil Van Dijk sebelum melepaskan tembakan ke arah tiang jauh.

Memasuki babak kedua, Salzburg tampil lebih menyerang. Hasilnya pada menit ke-56 setelah Takumi Minamino mencatatkan namanya di papan skor usai menerima umpan crossing Hwang Hee-Chan.

Salzburg akhirnya bisa menyamakan kedudukan jadi 3-3 pada menit ke-60. Berawal dari serangan Takumi Minamino dari sisi kanan, pemain asal Jepang itu lalu melewati hadangan Van Dijk dan langsung mengoper kepada Erling Haaland yang dengan mudah menyontek bola masuk ke gawang.

Tak ingin kalah di kandang, The Reds coba mengurung pertahanan lawan. Pada menit ke-70, Liverpool memastikan kemenangan lewat Salah yang mencetak gol keduanya di laga ini. 

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Sadio Mane Kagum Pada Peran Van Dijk

Vivagoal Liga Inggris –  Pilar Liverpool, Sadio Mane kagum dengan kehadiran Van Dijk dalam skuat besutan Jurgen Klopp. Baginya bek asal belanda itu memegang peran penting di dalam tim. 

Ia pun mengaku senang dengan apa yang ditunjukan kompatriotnya itu. Tampil konsisten di setiap laga untuk mengawal lini pertahanan membuat Mane tak ragu akan lini belakang Liverpool. 

“Kami sangat senang memiliki Virgil dalam tim ini, tentu saja. Saya sangat senang untuknya, dia tampil begitu baik untuk kami, dia melakukan pekerjaan yang hebat – merebut setiap bola dan selalu mengumpan kepada saya!,” kata Mane dilansir dari laman resmi  Liverpool.

Tak hanya Van Dijk saja, dia juga memuji semua rekan-rekannya yang beroperasi di lini belakang. Menurutnya dua bek tengan dan full back utama The Reds menunjukan sebuah harmoni. 

Baca Juga: Pochettino Minta Anak Asuhnya Bangkit!

“Begitu juga dengan bek-bek yang lain: Robbo [Andrew Robertson], Trent [Alexander-Arnold], [Joel] Matip, [Dejan] Lovren, semuanya tampil sangat baik, lini tengah pun demikian.

“Liverpool selalu tentang tim dan kami selalu senang bermain di samping satu sama lain, itulah yang sangat penting bagi kami,” tandasnya.

Dini hari nanti, Liverpool bakal kembali manggung di pentas Liga Champions kala bersua dengan Red Bull Salzburg pada matchday 2 Grup E Liga Champions 2019/20, Kamis (3/10/2019) dini hari WIB nanti.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Pogba Hancurkan Lini Tengah MU

Vivagoal Liga InggrisPerforma buruk kembali diperlihatkan Pogba ketika dipercaya memimpin lini tengah Manchester United saat menjamu Arsenal. Pada pekan ketujuh Liga Primer Inggris, Pogba yang baru pulih dari cedera gagal menunjukan permainan terbaiknya.

Mantan pemain MU,  Schmeichel menilai gelandang asal Prancis itu tampil tanpa arah. Alih-alih jadi jendral lapangan tengah sang pemain dianggap memperlambat tempo permainan.

“Pergerakan bola saat Pogba berada di dalam tim menjadi berbeda. Ia perlu sedikit mempercepat aliran bola saat berada di kakinya.

Kehadirannya justru memperlambat aliran bola. Dalam 25 menit pertama, ia cenderung mendorong bola ke wilayah pertahanan sendiri,” tutur pria asal Denmark itu.

Lebih lanjut Schmeichel mengatakan permainan Pogba pada laga tersebut tidak mencerminkan kualitasnya yang digadang-gadang sebagai gelandang terbaik di dunia saat ini.

“Untuk pemain sekaliber dirinya, itu mengecewakan. Saya tidak mengerti apa perannya dalam tim in. Ada dua operan yang sangat bagus dari Pogba, tapi itu [hanya] dua, bukan 15. Ini masalah. Dia mencuri banyak perhatian. Rasanya dia seperti anak yang bermasalah di dalam tim ini,” ketusnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Solskjaer Protes Tak Dapat Penalti dari Wasit

Vivagoal Liga InggrisManchester United gagal mendulang poin penuh saat menjamu Arsenal  Selasa (1/10/2019) dini hari. Usai laga, Ole Gunnar Solskjaer menilai Setan Merah seharusnya bisa menang andai dihadiahi penalti dari wasit. 

Pada laga tersebut gol Scott McTominay dan Pierre-Emerick Aubameyang membuat pertandingan berakhir imbang 1-1. Namun ada insiden menarik  sebelum gol penyama keadaan dari Aubameyang.

Tangan Sead Kolasinac kedapatan menyentuh bola di dalam kotak penalti Arsenal. Namun demikian wasit dan VAR tidak mengintervensi.

Kubu tuan rumah jelas kecewa dengan hasil yang mereka dapatkan. Pasalnya catatan sembilan poin dari tujuh laga ini menjadi catatan terburuk dalam sejarah klub di Premier League. 

Baca Juga: Bentrok MU vs Arsenal Seperti Pertemuan Dua Tim Medioker

Solskjaer sendiri menilai wasit tak adil dalam laga tersebut. Menurutnya, wasit seharusnya bisa mengambil keputusan dengan bantuan VAR karena kami seharusnya mendapat penalti. 

“Anda sebaiknya meniupkan peluit dan melihat VAR jika Anda tidak yakin saat mengambil keputusan. Saya dan beberapa penggemar MU yakin itu seharusnya penalti. Terkadang Anda bisa mendapatkannya, terkadang juga tidak,” tutur Solskjaer usai pertandingan kepada Sky Sports.

Selain melakukan kritik pada wasit, sang pelatih sadar skuatnya menghadapi masalah besar. Ia melihat Setan Merah gagal mengembangkan permainan dan mencetak lebih banyak gol setelah unggul.

“Aneh saat kami unggul 1-0 dan kami tidak mencetak gol kedua yang diinginkan. Tapi ini jelas bakal jadi pembelajaran bagi kami,” tutup Solskjaer.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS