Obrolan Vigo: Taktik Spanyol yang Merubah Wajah Sepakbola Selamanya

Obrolan Vigo: Taktik Spanyol yang Merubah Wajah Sepakbola Selamanya

Heri Susanto - September 11, 2025
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Berita Bola – Dalam beberapa tahun ke belakang, Spanyol seakan menjadi pusat dari sepakbola. Prestasi dari klub, Timnas maupun pelatih yang tengah berkiprah di pinggir lapangan menjadi bukti sahihnya pendekatan taktik sang entrenador di berbagai tempat di sisi lapangan. Mereka bahkan menjadi komoditi panas yang menyilaukan mata siapapun.

Pasca menjadi olok-olok di berbagai turnamen besar, terlepas dari klub yang beprestasi macam Real Madrid dan Barcelona di Liga Champions, peletakan batu pertama Spanyol di khasanah sepakbola dimulai sejak 2008. Kala itu, Luis Aragones mampu hantarkan La Roja mendulang gelar Euro 2008. Gelar tersebut menjadi oase bagi Timnas Spanyol pasca tidur panjang yang menyelimuti mereka di kancah kontinental. Setelahnya, wajah Spanyol tak lagi sama.

Mereka seakan bertransformasi besar-besaran. Pep Guardiola mulai masuk ke jajaran manajerial menggantikan Frank Rijkaard di Barcelona. Pendekatan tiki-taka mulai dilakukan. Hal tersebut membuahkan Sextuples bagi Azulgrana. 6 gelar dalam satu musim yang direngkuh membuatnya menjadi mitos tersendiri kala itu. Pep sang revolusioner sudah hadir ke permukaan.

Obrolan Vigo: Taktik Spanyol yang Merubah Wajah Sepakbola Selamanya
Sumber: TNT Sport

Semua muara kesuksesan tersebut pada akhirnya mengarah pada sistem yang terjadi. Tiki-taka pada akhirnya menjadi kunci yang diemban Spanyol dan Barcelona sebagai dasar fondasi mereka. Pendekatan ini hadir dari buah pemikiran Johan Cruyff yang diadaptasi ulang oleh Guardiola. Umpan-umpan pendek yang disertai dengan umpan yang presisi secara sabar.


Baca Juga; 


Pendekatan yang sama juga dilakukan Vicente Del Bosque bersama Spanyol yang kala itu skuatnya berisikan mayoritas pemain Barcelona dan Real Madrid. Prestasi pun menyusul kemudian.Timnasnya mendulang generasi emas pada 2008-2012 kemarin. Sepasang back to back Euro dan Piala Dunia menjadi bukti bersama Del Bosque. Barcelona pun stabil di kancah domestik bersama Pep.

Pasca 2012, Spanyol mulai meredup secara perlahan. Barcelona bersama Pep juga mulai sudah kehabisan bensin. Menahan bola terlalu lama membuat performa tim mampu terbaca. Musuh yang meengedepankan counter attack cepat mulai berbicara. Dalam sepakbola, segala hal memang berputar lumayan cepat. Sepakbola memang tak pernah memiliki ruang dominasi mutlak. Selalu ada proses transisi yang terjadi. Hal serupa juga terjadi pada sang pelopor, Guardiola.

Obrolan Vigo: Taktik Spanyol yang Merubah Wajah Sepakbola Selamanya
Sumber: Sports Illustrated

Ia memulai petualangan baru bersama Bayern Munich pasca rehat sejenak. Dominasi di Bavaria dilanjutkan. Bahkan, ia menemukan mode baru berupa inverted fullback yang ditranformasikan melalui Phillip Lahm dan diteruskan Joshua Kimmich. Tak hanya dibawa Pep dan pelatih Spanyol setelahnya, taktikan tiki-taka juga sudah mulai dibawa ke level lain.

Timnas Belgia dan Jerman mulai melakukan pendekatan ayng sama. Pep bersama Manchester City juga masih mengedepankan hal serupa dan mendominasi Inggris bahkan Eropa. Pendekatannya bahkan menjadi fondasi dasar pelatih Premier League setelahnya. Ingin meraih kesuksesan? Tirulah apa yang dilakukan Pep. Sepakbola menjadi sistem dan menepikan mereka yang masih memainkan peran individual.


Baca Juga:


Bahkan ketika Spanyol ditukangi Luis Enrique dan Luis de La Fuente. Pendekatan penguasaan bola masih diterapkan. Bedanya, kedua sosok tersebut bermain lebih progresif dengan serangan yang lebih cepat dan menonjolkan fleksibilitas taktik dibanding dari apa yang dilakukan Guardiola bersama Barcelona, Bayern ataupun City. Ruang-ruang hampa yang sebelumnya mulai menguap mulai kembali terisi secara perlahan.

Ruang yang ditinggal Xavi Hernandez dan Andres Iniesta beberapa waktu lalu bisa dikurasi dengan baik oleh Pedri dan Gavi. Tiki-taka yang awalnya melambat mulai diprogresi menjadi lebih cepat. Hasilnya, Spanyol sempat menangi Euro 2024 kemarin. Peluang kembali berbicara mulai terbuka.

Sementara Enrique yang sempat mengemban dasar tersebut bersama La Roja mulai unjuk gigi bersama PSG. Les Parisiens tetap dibawa mendominasi Ligue 1. Bahkan musim lalu, ia mampu mendulang treble winners untuk kali pertama kala hantarkan tim menangi Liga, Coupe den France dan Liga Champions melalui taktikal yang ia lakukan.

Bukan tak mungkin transisi yang dilakukan Guardiola hingga Enrique nantinya akan menjadi fondasi baru lagi bagi pelatih setelahnya. Pasca demam Tiki Taka, pendekatan possession yang dikombinasikan dengan progresi serangan cepat bakal menjadi landasan pelatih anyar di Eropa dan dunia dalam beberapa tahun mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com